HUJAN DISERTAI ANGIN KENCANG LANDA MEDAN

Atap Madrasah di Medan Area Porak-poranda

Medan-andalas Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan, Minggu (27/4) sore. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat fenomena alam ini. Namun di Jalan Utama, Medan Area, kencangnya angin membuat atap bangunan Madrasah Al Muhajirin porak-poranda.

Hampir seluruh ruangan di bangunan berlantai III ini tidak lagi memiliki atap akibat diterbangkan angin kencang yang melanda wilayah itu sejak pukul 14.00 WIB.

Menurut pengelola madrasah, Indra, madrasah berleter L itu memang dalam tahap renovasi. Sebelumnya gedung madrasah hanya memiliki dua lantai. Saat ini pengerjaan ke lantai tiga sudah tahap penyelesaian.

“Memang atapnya baru dipasang, jadi belum kuat kali,” kata Indra.

Beberapa atap baja ringan itu menimpa rumah di dekatnya dan menimbulkan kerusakan ringan. Indra menyebut seluruh ruangan di lantai tiga tidak bisa digunakan sampai dipasang atap baru.

“Kami berharap pemerintah daerah mau membantu proses pembangunan madrasah ini. Karena selama ini dananya sumbangan masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu di kawasan Jalan Setia Budi, Medan Baru, hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan pohon tumbang ke jalan raya.

Beruntung tidak ada korban dalam insiden ini. Namun sebatang pohon yang tumbang ke jalan raya menimbulkan kemacetan cukup parah.

Arus lalu lintas di Jalan Setia Budi kembali normal setelah warga setempat bergotong royong menyingkirkan batang dan dahan pohon yang tumbang itu dari badan jalan.

Jalan tergenang

Hujan lebat yang disertai angin kencang membuat jalanan di Kota Medan terlihat sepi dari kendaraan. Hujan yang mulai mengguyur hampir merata itu membuat warga umumnya enggan berpergian keluar rumah meski sedang hari libur.

Selain itu, banyak pengendara yang memilih berteduh ke emperan-emperan toko karena khawatir melihat lebatnya hujan disertai angin kencang itu dapat membuat pepohonan maupun papan-papan reklame tumbang hingga menimpa mereke.

“Melihat cuaca begini, bagusnya kita berteduh saja sampai hujan reda, lebih aman daripada nekat nerobos hujan,” kata Parulian, penarik betor, yang memilih memarkirkan betor-nya di sebuah emperan toko kawasan Jalan Kapten Muslim.

Sementara itu setelah hujan mulai mereda, jalan-jalan protokol di Kota Medan banyak yang tergenang banjir. Kondisi ini memaksa banyak pengendara mobil maupun pengendara sepeda motor ekstra hati-hati melintasi genangan banjir.

Seperti yang terlihat di Jalan T Amir Hamzah, sejumlah sepeda motor dan becak motor (betor) terlihat mogok saat mencoba menerobor genangan banjir setinggi hampir sedengkul sehingga harus didorong pemiliknya.(DA/GUS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

1 Response to HUJAN DISERTAI ANGIN KENCANG LANDA MEDAN

  1. Pingback: download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *