PELAJARAN BAHASA INGGRIS JADI MUATAN LOKAL

Plt Walikota Terima Masukan PGRI Terbitkan Perwal

Medan, (Analisa). Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Dzulmi Eldin mendukung penuh usulan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan untuk menerbitkan Peraturan Walikota (Perwal) tentang penetapan mata pelajaran Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran muatan lokal.

Pasalnya, mata pelajaran Bahasa Inggris saat ini masuk ekstra kurikuler sehingga berdampak kepada pembayaran tunjangan profesi guru Bahasa Inggris di sekolah dasar (SD) baik negeri maupun swasta yang telah memperoleh sertifikasi.

Hal ini terungkap ketika Plt Walikota didampingi Asisten Kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis, Kadis Pendidikan Drs Marasutan Siregar, MPd menerima kunjungan Ketua PGRI Kota Medan Drs Ramlan Tarigan beserta sejumlah pengurus lainnya di Balai Kota Medan, Selasa (22/4).

Eldin langsung menginstruksikan kepada Kadis Pendidikan Kota Medan membahasnya bersama PGRI dan Bagian Hukum Setda Kota Medan, termasuk melibatkan tim ahli sehingga perwal yang dihasilkan nanti sesuai kurikulum dan peraturan berlaku.

“Masukan dari PGRI harus segera ditindaklanjuti, sebab mata pelajaran Bahasa Inggris cukup penting untuk dipelajari mulai tingkat SD. Saat ini tidak sedikit TK yang sudah mengajarkan anak didiknya pelajaran bahasa Inggris.

Apalagi Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara dan pintu gerbang masuk wilayah barat Indonesia. Di samping itu juga untuk mendukung program Visit Medan Year. Jadi pelajaran bahasa Inggris saya nilai cukup penting,” kata Eldin.

Selain mengefektifkan mata pelajaran Bahas Inggris di tingkat SD, Eldin juga minta kepada PGRI agar memikirkan kurikulum pelajaran Bahasa Inggris yang sesuai dengan tingkatan SD menurut jenjang kelasnya.

Di samping itu, PGRI juga harus mengawasi seluruh guru Bahasa Inggris apakah mereka mengajarkan Bahasa Inggris dengan baik dan benar. “Jangan lantaran dana sertifikasinya sudah cair karena terbitnya Perwal, mereka tidak sungguh-sungguh mengajar,” pesannya.

Tidak Cair

Sebelumnya, Ketua PGRI Kota Medan  Drs Ramlan Tarigan menjelaskan tujuan menemui Plt Walikota Medan untuk melaporkan kemungkinan tidak cairnya tunjangan profesi guru Bahasa Inggris yang telah mendapatkan sertifikasi karena tidak didukung perwal.

Jika perwal tidak selesai sampai pertengahan Mei 2014, maka guru pelajaran Bahasa Inggris yang telah mendapatkan sertifikasi terancam tidak akan mendapatkan tunjangan prosesi selama 6 bulan akibat belum adanya perwal tersebut.

“Berdasarkan hasil kunjungan yang kami lakukan ke sejumlah daerah di Indonesia seperti Yogyakarta dan Bandung. Tunjangan profesi guru bahasa Inggris yang sudah mendapatkan sertifikasi bisa dicairkan jika ada perwal pendukungnya.

Sebab, pelajaran Bahasa Inggris saat ini tidak masuk muatan lokal lagi melainkan ekstrakokurikuler. Untuk itulah kami berharap kepada Plt Walikota untuk menerbitkasn perwal,” kata Ramlan sambil menyerahkan draf contoh perwal yang diadopsi dari sejumlah daerah.

Lewat studi yang dilakukan itulah, PGRI mengusulkan hal tersebut. Ramlan berharap, penerbitan perwal ini akan membuat guru pelajaran Bahasa Inggris tingkat SD di Kota Medan yang saat ini berjumlah lebih kurang 600 orang bisa lebih tenang dalam mengajar. Di samping itu mereka lebih termotivasi dalam mengajarkan pelajaran Bahasa Inggris kepada para siswa. “Kalau untuk yang sebelumnya, dananya tetap tidak cair,” tambah Sekretaris PGRI Sumut, Abdul Rahman dan Wakil Sekretaris Andi Yudhistira. (maf/ns)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

4 Responses to PELAJARAN BAHASA INGGRIS JADI MUATAN LOKAL

  1. Pingback: 新越谷 ボルダリング

  2. Pingback: Pay with Bitcoins

  3. Pingback: Mail order Dabs USA

  4. Pingback: buy marijuana online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *