KEJATISU DIMINTA USUT PROYEK APBN TERBENGKALAI DI KARO

Kabanjahe-andalas Terbengkainya proyek pembangunan SMK Merek dari APBN 2013 dan pembangunan SMPN 1 Merek sebesar Rp 1,8 miliar yang sampai saat ini belum tuntas perlu diusut. Kenapa kedua proyek yang sudah melampaui batas kontrak itu sampai saat ini belum selesai, Kejatisu diharapkan mengusutnya.

Setahu kami dan berpedoman aturan yang ada, setiap proyek APBN, APBD sudah berakhir 31 Desember 2013 silam dan proyek bantuan Australia tersebut sudah berakhir sesuai plank proyek di lokasi bangunan tertulis :’Kemitraan Pendidikan Australia Indonesia, Australian AID.

Nama program Pembangunan Unit Sekolah Baru. Pekerjaan Pembangunan unit sekolah baru SMP N2 Merek. Sumber dana Pemerintah Australia. No SPPB/Biaya Rp 1.834.030.000,00. Waktu pelaksanaan 110 hari kalender (6/8 s/d 31/12/2013). Konsultan CM PT Supernova Jaya Mandiri’.
Demikian ditegaskan Ketua DPRD Karo, Effendi Sinukaban SE dan Wakil Ketua Ferianta Purba SE dan Onasis Sitepu ST, Selasa (22/4) di Berastagi. Terkendalanya pembangunan dua bangunan sekolah ini sudah menjadi sorotan masyarakat luas. Andalas juga sudah beberapa kali memberitakannya.

Banyak masyarakat telah melaporkannya ke DPRD Karo dan pihak DPRD Karo, juga sudah melakukan investigasi beberapa hari lalu. Keadaannya memang masih jauh dari harapan sesuai perkiraan persentasi proyek yang sudah siap dikerjakan maupun masih terbengkalai.

“Pihak Kejatisu diharapkan segera mengusutnya. Tidak zamannya lagi proyek dibiarkan terbengkalai, sehingga menjadi preseden buruk di tengah masyarakat,”ujar Sinukaban, Purba dan Sitepu senada.

Kadis Pendidikan Nasional Tanah Karo, Drs Sastra Tarigan yang dikonfirmasi melalui Kabid Dikmen, Kuat Kaban di kantornya, Jalan Veteran, Kabanjahe, membenarkan terkendalanya penyelesaian dua bangunan proyek sekolah di Kecamatan Merek.”Kita akan segera pantau dan mudah-mudahan segera diselesaikan pihak pemborong,”ujar Kaban.

Disinggung perihal kendala dihadapi sehingga proyek ini tidak siap sesuai kontrak, tidak mengetahui secara pasti.”Mudah-mudahan bulan Mei 2014 ini sudah rampung,”tambah Kaban.

Sementara, Kepala SMK Merek, R Sitanggang yang dikonfirmasi, melalui telepon selulernya, mengakui proyek dua ruang SMK itu belum siap. Tinggal pemasangan keramik. Bahan sudah di lokasi.”Mei ini mudah-mudahan sudah siap,”ujarnya.

Sementara, Kepala SMPN2 desa Pancur Batu Kecamatan Merek, Drs Bahtera Nainggolan yang menangani anggaran pembangunan SMPN2 Merek bantuan Australia sebesar Rp 1,8 miliar itu ketika dikonfirmasi di lokasi proyek, tidak berhasil.

Menurut Kadis Pendidikan Nasional Karo, Drs Sastra Tarigan dan staf serta pihak pekerja bangunan itu, Drs Bahtera Nainggolan sedang ke luar negeri urusan gereja. Mungkin Senin depan sudah kembali dan masuk kantor.

“Kita mengharapkan, tahun ajaran 2014-2015 bangunan kedua proyek ini sudah dapat kita manfaatkan untuk penerimaan siswa baru,”kata Sastra.(RTA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *