BALINDO ANTI NARKOBA AJAK PENGUNGSI BETERNAK BEBEK

MedanBisnis – Medan. Badan Aliansi Indonesia (Balindo) Anti Narkoba mengajak pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung untuk menjauhi bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) dengan beternak bebek. Cara tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
Hal itu dikatakan Ketua Balindo Anti Narkoba Sumatera Utara (Sumut), Adi Kusuma Maha dihadapan puluhan pengungsi di Posko Pengungsian Universitas Karo, di Kabanjahe.

Menurutnya, selama ini narkoba menjadi permasalahan bangsa yang sulit untuk diberantas. Padahal, dampaknya juga sangat dirasakan masyarakat. Kaitannya dengan masyarkat di Karo, menurutnya, sesuai dengan penelitian tahun 2001, Kabupaten Karo dikenal sebagai salah satu produksi ganja terbesar di Sumut.

Hal tersebut, sangat mengkhawatirkan mengingat potensi lain di Kabupaten Karo sangat banyak, salah satunya sektor pertanian dan peternakan. “Karena itu, sudah seharusnya masyarakat lebih perhatian dalam sektor pertanian dan peternakan yang akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Karo,” katanya.

Dijelaskannya, sebagaimana diketahui secara luas bahwa sektor pertanian di Karo sangat berperan besar dalam menopang ekonomi masyarakatnya. Dengan demikian, sangat disayangkan kalau potensi tersebut sampai rusak jika sebagian masyarakatnya mengonsumsi narkoba.

Menurutnya, peternakan juga akan mengurangi peluang masyarakat Karo, khususnya yang masih di pengungsian untuk mengonsumsi narkoba. “Misalnya beternak bebek, caranya mudah dan tidak merepotkan.

Karena itu, saya mengajak untuk beternak bebek, dan di sini pun kami bersama dengan pakar bebek yang sudah lama beternak bebek,” katanya.

Wan Hairun Nasri, peternak bebek dari Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang, yang hadir memberikan pemaparan tentang mudahnya beternak bebek mengatakan, sangat dimungkinkan beternak bebek bagi masyarakat pengungsi yang sementara ini kesulitan bercocok tanam karena masih adanya debu erupsi.

“Beternak bebek itu mudah, dan saya sendiri bersedia memberikan bantuan tentang bagaimana beternak bebek secara mudah,” katanya.

Apalagi, semakin berkembangnya bisnis rumah makan yang menyediakan menu dari itik atau bebek dapat menjadi peluang bisnis yang menggiurkan bagi masyarakat yang ingin beternak. Terus bertambahnya permintaan pasar harus bisa ditanggapi jika ingin meningkatkan kesejahteraannya dengan beternak. “Dan saya juga menawarkan kerja sama dengan masyarakat Karo, karena kita saling membutuhkan, misalnya dari kami ada telur bebek, di Karo ada jagung yang menjadi bahan baku pakan bebek. Ini sangat baik jika bisa dikembangkan,” katanya.

Sekretaris Balindo Anti Narkoba Sumut, Syamsul Bahri menjelaskan, sudah semestinya masyarakat Karo bangkit meskipun terjadi erupsi Gunung Sinabung. “Kita bisa kembali bangkit dengan beternak bebek, ini sebagai alternatif selain bertani,” katanya. ( dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *