PASCA LONGSOR, WARGA DESA KUTARAYAT BUTUH PERHATIAN

Tanah Karo-andalas Warga Desa Kutagugung dan Kutarayat Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo mengharapkan perbaikan jalan akses utama menuju desa. Pasalnya, sejak Sabtu lalu, jalan provinsi Kabanjahe–Desa Kutarayat longsor, hingga saat ini kondisi jalan belum diperbaiki pihak terkait.

Sejumlah warga mengaku mengeluh dengan kondisi jalan tersebut, apalagi pada musim hujan jalan berlumpur. Mereka yang melalui jalan tersebut pada umumnya menggunakan kendaraan, baik roda empat ataupun roda dua kesulitan melalui jalan yang rusak akibat longsor tersebut.

“Kami berharap jalur rusak akibat longsor itu dilakukan perbaikan, sehingga tidak menghambat lalu lintas. Karena jalan dekat jembatan Pertumbuken, merupakan satu-satunya jalan penghubung Desa Kutarayat, Kutagugung ke arah Kabanjahe terancam putus,”ujar Wakil Ketua DPRD Karo, Onasis Sitepu ST, Selasa (15/4) di Kabanjahe.

Diungkapkan Caleg PKPI ini, nasib sebagian warga Desa Kutarayat dan Kutagugung butuh perhatian serius. Di tengah masih beraktivitasnya Gunung Sinabung dan sisa-sia debu vulkanik menutupi badan jalan, warga yang masih menetap di kedua desa itu kesulitan menuju Kabanjahe untuk membawa hasil panen pertaniannya.

“Jalan itu kalau tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan bisa putus total. Kasihanilah rakyat kami yang membutuhkan perbaikan jalan,”pinta Onasis.

Pantauan wartawan di lapangan, kemarin, kondisi jalan provinsi di Kutarayat–Kabanjahe pasca longsor Sabtu lalu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan. Akibat seringkali diguyuri hujan, jalan menjadi berlumpur sehingga sulit dilalui pengendara.

Pengendara yang melintas terpaksa ekstra hati-hati melintas agar jangan sampai terjebak di lumpuran, apalagi kondisi jalan pada tanjakan yang cukup tinggi. Ada juga sebagian pengendara terutama kendaraan roda dua yang nekat melalui bagian jalan belum longsor, meskipun sempit.
Ketika hendak dikonfirmasi pihak UPT Kabanjahe Dinas Bina Marga Pemprovsu, di kantornya jalan Pahlawan Kabanjahe, tidak terlihat ada aktivitas. Bahkan seorang PNS pun tidak ada kelihatan di kantor tersebut.

Sebelumnya, Kepala UPT Kabanjahe Dinas Bina Marga Pemprovsu, Simsu Bukit yang dikonfirmasi di kantornya, Rabu, membenarkan longsor tersebut akibat musim hujan yang terjadi baru-baru ini. Anggaran sudah diajukan sekitar Rp 1 miliar ke Bina Marga Pemprovsu.”Tinggal menunggu pihak konsultan menilainya dan persetujuan anggaran dari dinas,”ujarnya. (NT)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *