TANAM TERONG DI 2,3 HEKTAR, HASILKAN MILIARAN RUPIAH

MEDAN (Waspada) : Mengatasi kelangkaan sayur, petani Desa Namobeling, Kecamatan Namorambe, Deliserdang melakukan panen perdana terong bulat di lahan 2,3 hektar , Sabtu (29/3) .

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Provinsi Sumatera Utara Ir M. Roem menyampaikan terima kasih kepada petani yang punya ide menanam sayuran dan buah-buahan seperti terong bulat atau yang sering disebut terong pondoh.

Kadis Pertanian Sumut mengapresiasi petani, “Ini ide yang baik petani di luar Tanah Karo yang sudah memanen hasil kebun mereka,” kata M. Roem didampingi Ir Bahruddin Siregar, MM, Sekretaris Dinas Pertanian Sumut saat menyaksikan panen terong di kebun petani, Sabtu.

Sementara itu Ipin Barus, petani pemilik kebun terong mengakui, sejak menyemai benih hingga panen perdana selang waktu 50 hari hingga panen perdana menghasilkan terong lebih kurang 500 Kg.

Terong ukuran 1 Kg 4 biji ini harga di pasar lokal Medan antara Rp3000 hingga Rp3500 per kg, Sementara kalau di kirim ke Pulau Batam harga lebih tinggi mencapai Rp7000 per kg. Namun hanya sebahagian kecil saja yang dikirim ke Batam karena paling besar dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga Medan dan daerah lainnya di Sumut, jelas Ipin Barus yang dibenarkan abangnya Datanta Ukur Barus.

Menurut Ipin, setelah panen perdana, rata-rata kebun terong dengan masa tanam selama enam bulan menghasilkan terong 1 ton/hari, berarti penghasilan selama itu lebih kurang Rp 3,5 juta.

Kalau dikalkulasi dengan luas areal 2,3 hektar , dia bisa berpendapatan miliaran rupiah. “Namun dari pendapatan harus dikurangi lagi dengan berbagai biaya antara lain menjaga hama, memupuk dan mesin semprot tanam dengan biaya pengeluaran mencapai sekitar Rp 39 juta,” ujarnya.

Menurut Sekretaris Dinas Pertanian Sumut, selama sebulan ini kondisi cuaca sedang kemarau, namun kalau hujan banyak turun produksi terong itu bisa mencapai dua kali lipat, setiap hari.

“Kalau saat ini panen rata-rata 1 ton/hari, namun saat musim hujan bisa mencapai 2 ton/hari, dapat dihitung berapa penghasilan petani,” kata Siregar sambil berkelakar.

Begitupun Ipin Barus selaku petani dan pemilik lahan terong tidak membantah pihaknya juga harus mengeluarkan biaya 9 orang pekerja tetap dan belasan pekerja harian. Mereka memanen dan mengumpulkan terong, menyiram tanaman dan lainnya.

Produksi maksimal batang terong itu apabila ketinggian lebih dari 1 meter dan berproduksi penuh selama enam bulan, setelah itu produksi terong tersebut mulai berkurang.

Awalnya Ipin Barus hanya menjadi petani papaya di lahan itu. Namun saat buahnya mulai panen, pepaya itu diserang hama rings spot, buahnya busuk dan dia juga mengalami kerugian besar.

Namun dia menyatakan suka dan duka serta tantangan dalam hidupnya bahkan setelah selesai panen terong, rencana di lokasi itu akan ditaman cabe merah untuk mengatasi kelangkaan cabe di Medan. (m32)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

3 Responses to TANAM TERONG DI 2,3 HEKTAR, HASILKAN MILIARAN RUPIAH

  1. Pingback: Go Here

  2. Pingback: liquid lsd for sale

  3. Pingback: Plymouth workers call in sick more than any other UK city

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *