KAFE REMANG DI PADANG LAWAS DIBAKAR MASSA OTK

Sibuhuan-andalas Kafé remang-remang ‘Tinggana’ yang menjadi sarana hiburan malam menyediakan minuman keras dan pelayanan pramusaji di Desa Hutalombang, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) sekir pukul 05.20 WIB, Sabtu, dibakar orang tak dikenal (OTK), menghanguskan seluruh kamar kafé dan bangunan kafé tersebut.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan sekitar Rp 50 juta. Informasi dihimpun andalas dari Polsek Barumun, Minggu (13/3) menyebutkan, peristiwa kebakaran kafé remang-remang, berawal dari pertengkaran antara pemilik kafé Imran dengan pengunjung yang datang menikmati minuman keras dan mencari pelayan kafé yang berfungsi ganda sebagai pelayan dan ‘selimut malam’.

Saat sekelompok pengunjung sedang menikmati minuman keras, tiba-tiba pemilik kafé Imran mendatangi seseorang dan langsung menuding, ayamnya hendak dicuri. Tentu saja pengunjung yang dituding tidak bisa menerima, karena merasa tidak melakukan pencurian sehingga terjadi pertengkaran mulut dan cekcok. Memancing kemarahan pemilik kafé dan langsung mendaratkan bogem mentah ke arah muka pengunjung, sehingga suasana menjadi gaduh.

Pengunjung yang terkena pukulan langsung pergi meninggalakan lokasi. Namun, sekitar pukul 05.10 WIB, sekelompiok massa datang secara massal menggunakan sepeda motor ke lokasi kafé, langsung melakukan pelemparan dengan menggunakan batu secara brutal dari luar. Melihat kejadian tersebut, masyarakat melaporkan aksi keributan ke kepolisian setempat.

Setelah menerima laporan itu, Unit Reskrim Polsek Barumun langsung meluncur ke TKP.
Kapolsek Barumun AKP Huayan Harahap melalui Kanit Reskrim Ipda Mualim Harahap membenarkan kejadian pembakaran salah satu kafé remang di Desa Hutalombang, milik Imran, warga Pasar Latong, Kecamatan Lubuk Barumun.

“Kita telah meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa kebakaran di lokasi kafé, untuk mengetahui para pelaku pembakaran dan perusakan, guna pengembangan penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran berawal dari keributan antara pemilik kafé dan pengunjung,”katanya.

Dari hasil keterangan penjaga kantin kafé, Endang Boru Tarigan, kata Ipda Mualim, diperoleh keterangan, ketika kejadian kebakaran dirinya sedang duduk di dalam kantin. Namun, tiba-tiba melihat percikan api mulai membesar dari arah belakang dapur, tapi dia tidak mengetahui siapa yang melakukan pembakaran dan menyulut api ke lokasi kafé. Sebab, dirinya terkejut dan langsung berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang terus membesar.

Untuk proses pengembangan penyelidikan, aparat kepolisian telah melakukan olah TKP, mengumpulkan data-data dan keterangan dari sejumlah penjaga kafé, dan menelusuri asal api berawal sehingga memicu kebakaran yang menghanguskan seluruh kafé rata dengan tanah.

Dari hasil olah TKP, kita telah mengumpulkan data dan menggambar sketsa lokasi kebakaran untuk tindak lanjut proses penyelidikan terhadap peristiwa kebakaran tersebut.”Sampai sejauh ini peristiwa kebakaran kafé masih dalam penyelidikan dan pengembangan saksi-saksi untuk dimintai keterangan,”ujar Ipda Mualim.

Sementara, istri pemilik kafé, Dika Beru Tarigan yang ditemui andalas, mengungkapkan, ada seseorang yang masuk dari arah belakang dan langsung merangsek ke kamar pelayan menyiramkan bensin sehingga tidak berapa lama berselang, api membesar dan menjalar ke mana-mana, sehingga sulit untuk dijinakkan. Akibatnya seluruh kamar pelayan yang berjumlah delapan dan kantin serta ruang tengah kafé dan dapir keseluruhan hangus dan kondisinya rata dengan tanah.

“Akibat kejadian ini menimbulkan kerugian cukup besar bagi kami, karena uang simpanan saya sebesar Rp 400 juta, rencana untuk membeli mobil serta uang simpanan penjaga kantin Endang Boru Tarigan, yang dikumpulkan selama ini sebesar Rp 50 juta, tidak dapat diselamatkan dan ikut hangus terbakar,”ungkap Dika.(Isn)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *