KEJARI MEDAN LAPORKAN 2 PENGACARA KE DEWAN KEHORMATAN PERADI

Medan, (beritasumut.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan melaporkan Bidasari Lubis dan Nasib Marpaung ke Dewan Kehormatan (DK) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan. Keduanya merupakan pengacara tersangka korupsi PD Pembangunan Kota Medan. Keduanya dilaporkan terkait dugaan terjadinya pelanggaran kode etik advokat Indonesia.

Pihak Kejari Medan menilai keduanya melanggar kode etik karena berupaya menghalangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi PD Pembangunan yang merugikan negara sebesar Rp2 miliar.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan Jufri Nasution yang dikonfirmasi di Medan, Jumat (11/04/2014), membenarkan bahwa Tim Penyidik Pidsus Kejari Medan telah membuat laporan ke Dewan Kehormatan Peradi.

Kedua pengacara melakukan tindakan yang dinilai melanggar kode etik advokat atas permintaan klien mereka yakni Direktur Keuangan Besri Nazir dan Bendahara Pengeluaran Risman Effendi Nasution. Keduanya merupakan tersangka kasus korupsi PD Pembangunan Kota Medan.

Keberatan penyidik karena kedua pengacara tersebut mendampingi saksi yang sedang diperiksa. Pihak kejaksaan keberatan sebab kehadiran kedua lawyer itu bisa mengakibatkan saksi tidak bebas menyampaikan keterangan sebagaimana fakta yang terjadi. Sementara penyidik sedang mencari kebenaran materil kasus tersebut.

Akibat kehadiran kedua pengacara itu, tim penyidik sempat terlibat keributan dengan kedua advokat itu karena membawa pergi saksi yang akan dimintai keterangan. Kedua orang saksi dibawa pergi pengacara setelah tim penyidik meminta kedua pengacar tersebut meninggalkan ruangan pemeriksaan.

Menurut Jufri, dalam kasus ini sudah terjadi konflik interes dan juga pelanggaran kode etik advokat. Harusnya advokat membantu proses penyidikan.

Atas peristiwa ini, tim penyidik melapor ke pimpinan kejaksaan dan oleh pimpinan kejaksaan menyarankan untuk melaporkan kedua advokat itu ke Dewan Kehormatan Peradi Medan.

Jufri mengharapkan agar Dewan Kehormatan Peradi Medan segera merespon dan menindaklanjuti pengaduan mereka karena peristiwa ini bisa jadi preseden buruk bagi penegakan hukum.

Untuk diketahui, keempat tersangka diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari Dana Penyertaan Modal Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp5,9 miliar.

Keempat tersangka yakni Dirut PD Pembangunan Kota Medan Harmen Ginting selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Direktur Operasional (Dirops) PD Pembangunan Kota Medan Ichwan Husein Siregar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Direktur Keuangan Besri Nazir dan Bendahara Pengeluaran Risman Effendi Nasution. (BS-021)
sumber : beritasumut

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *