PETANI POLYBAG KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG, ……… KENAPA TIDAK ?

Kita mengucapkan syukur kepada Tuhan, karena rachmad dan kasihnya akhirnya status gunung Sinabung telah diturunkan status Gunung Sinabung dari Awas (Level IV) menjadi Siaga (Level III) pada Rabu (8/9), sehingga sebanyak 10.275 jiwa pengungsi bencana Gunung Sinabung segera akan  dipulangkan ke desa masing-masing yang untuk tahap pertama serta melihat menunggu hasil  vulkanologi Sinabung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara dalam dua-tiga hari ini untuk segera mengembalikan sekira 6 ribu jiwa pengungsi Sinabung ke delapan desa tempat mereka tinggal selama ini.

Asren Nasution , Kepala BPBD Sumut kepada Berita di Medan Kamis (10/4) menanggapi kondisi terakhir gunung Sinabung, menyebut penanganan pengungsi Sinabung ada tiga kategori yakni pemulangan penduduk ke 8 desa yang tetap aman untuk pemukiman maupun usaha pertanian,  3 desa tak bisa dipakai lagi baik untuk pemukiman maupun pertanian, 5 desa lagi dipertimbangkan karena daerah tersebut  terkena erupsi.

Ia menjelaskan tiga desa yang direkonmendasi tak bisa dipakai lagi karena pas berada di lereng dan bibir gunung Sinabung yakni Desa Sukameria, Desa Simacem dan Desa Bekeriah ditetapkan untuk direnovasi lebih lurang 400 KK.  “Jadi sebelum siap direnovasi, mereka disewakan dulu rumah supaya nyaman,” kata Asren.

Mereka juga  akan diberikan jatah hidup (Jadup) Rp6.000 ditambah 2,4 kg per bulan/jiwa. Mereka juga dialokasikan ke lokasi lahan yang bisa untuk bercocok tanam dan sekarang tahap proses di Desa Sicanambun, Kec. Merek 250 ha untuk lahan pertanian dan rumah.

Pada 16 April rapat antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemkab Karo, BPBD untuk membuat site plan Desa Sicanambun itu jadi buat perkampungan baru.  ” Ada pertemuan dengan Kepdes  dan para pengungsi itu umumnya mau dan mengusapkan,” katanya.

Sementara itu, untuk pengungsi yang dipulangkan, kata Asren, sebelum pulang ke rumah, mereka  sosialisasi lagi seperti rumah dibersihkan untuk dua-tiga hari lagi.
Dengan kembalinya pengungsi ke daerah asal, maka tersisa 5 ribuan pengungsi lagi. (Wie)
sumber: beritasore

Disamping desa Sukameriah, Bakerah dan Simacem yang tidak layak lagi sebagai daerah pemukiman maupun pertanian terdapat beberapa desa yang paling parah terkena abu vulkanik yang kemungkinan besar masih layak sebagai daerah pemukiman maupun pertanian yaitu antara lain Gurukinayan . Selandi Lama (Kecamatan Payung), Lau Kawar. Sigarang Garang, Sukanalu (Kecamatan naman Teran), Mardingding (Kecamatan Tiganderket) atau dalam radius di bawah 3 km dari gunung Sinabung.

Akibat dari abu vulkanik yang rata-rata telah menutupi desa dan lahan pertanian tidak kurang dari 30 cm ketebalan abu tersebut maka dibutuhkan waktu yang lama maupun biaya besar untuk dapat mengolah lahan pertanian seperti semula dan disamping itu semua tanaman keras telah rusak dan mati, sehingga praktis tidak dapat berbuat banyak untuk mengolah lahan ini dalam waktu singkat kepada situasi semula apalagi rumah mereka yang umumnya terbuat dari bahan seng telah berkarat dan rumah mereka tidak layak lagi untuk dipergunakan kecuali atap seng diganti total. Mengingat situasi dan kondisi desa beserta rumah hunian maupun lahan pertanian yang rusak berat maka dapat dipastikan bahwa setelah mereka kembali ke desanya akan merupakan awal sebagai pengungsi yang sebenarnya di desa sendiri karena memang tidak ada lagi yang dapat dikerjakan untuk menopang hidup mereka dan kelauarga, apalagi mereka hanya diberikan jatah hidup yang terbatas.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, da selama fb kita ini telah mengupload berbagai budi daya aneka tanaman polybad, maka mungkin untuk jangka pendek perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan petani kita menjadi “Petani Polybag” dimana dalam waktu singkat hal ini dapat dilaksanakan di lahan pertanian mereka karena katanya yang ahli cukup menggunakan tanah merah, abu vulkanik dan dolomite yang sebelum dimasukkan ke polybad dilakukan pencampurang yang merata sesuai dengan komposisi (tentu ahli pertanian yang mengetahuinya) yang tepat khususnya untuk aneka tanaman sayur mayor dan sejenisnya. Apabila dalam hal ini dapat dilansanakan dan ada kerjasama di antara kita kami yakin hal ini sangat membantu para petani kita dalam jangka pendek apalagi mulai sekarang petani kita di arahkan menjadi Petani Organik yang tidak menggunakan berbagai macam pupuk anorganik/ pestisida apalagi sekarang kemungkinan daerah lahan pertanian mereka telah steril dari berbagai macam hama yang telah bertahun-tahun menggerogoti tanaman mereka. Seandainya petani kita dapat menghasilkan aneka tanaman organic yang nilai tambahnya jauh lebih tinggi disbanding tanaman yan menggunakan aneka pestisida maka saya yakin petani kita akan lebih makmur dibandingkan sebelum erupsi gunung Sinabung.

Permasalah sekarang, karena kami hanya inisiator dan untuk itu harus ada kerjasama dan merasa terbeban untuk membantu petani kita korban erupsi gunung Sinabung maka perlu berbagai ahli untk bersatu termasuk penyandang dana untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Untuk itu melalui fb ini kami mengundang teman semua untuk memberikan komentarnya agar rencana tersebut dapat dilaksanakan dengan secepatnya paling tidak untuk proyek pencontohan untuk beberapa petani di beberapa desa yang mau di arahkan menjadi petani organik system polybag. Kami mohon bantuan teman khsususnya para ahli pertanian untuk bekerja sama mewujudkan cita-cita ini sebagai sukarelawan, sedangkan untuk biaya akan kita himpun dari berbagai kalangan khususnya masyarakat Karo yang prihatin terhadap keberadaan petani korban erupsi gunung Sinabung.

Kami sangat menunggu komentar dan dukungan teman sekalian, salam sinabung jaya dan Taneh Karo Simalem.    Admin.

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *