BERANDAI-ANDAI & JOKOWI

Andaikata Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara 40% menurut perhitungan quick count dalam Pemilu 2014, mungkin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang 250 poin. Pelaku pasar merasa nyaman, karena dengan demikian PDIP bisa mengusung calon presiden Joko “Jokowi” Widodo, tanpa harus berkoalisi dengan partai politik (parpol) lainnya. Jika pun berkoalisi, tapi koalisi terbatas untuk sekadar menguasai ½ N + 1 suara di parlemen.

Bahkan, kelak jalannya pemerintahan Jokowi – andaikata terpilih — lebih stabil, karena tidak direpoti oleh koalisi besar seperti yang telah menimpa Kabinet Susilo Bambang “SBY” Yudhoyono. Belum lagi harus menghadapi suara kalangan oposisi, SBY juga kadang galau menghadapi parpol sekoalisi, seperti dalam kasus kenaikan harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu.

Sayangnya, PDIP hanya meraih 19% suara, di bawah 20% sehingga tak bisa mengusung sendiri Capres Jokowi. Inilah yang membuat IHSG anjlok 3% hingga 156 poin dan terkena maraknya aksi jual yang mencapai Rp 6 triliun hanya dalam setengah hari. Bahkan, tak pelak, dana asing sekitar Rp 1 triliun hengkang dari lantai bursa padahal perdagangan baru berjalan setengah hari.

Di mata pelaku pasar, ketika PDIP terpaksa melakukan koalisi – dan andaikata berhasil terpilih – akan membuat proses persetujuan politik di parlemen semakin lamban dan berliku-liku.

Fenomena ini membuat pelaku pasar melihat suasana ketidak-pastian dari peta politik Indonesia ke depan.

Pelaku pasar beranggapan bahwa jika PDIP melakukan koalisi maka akan terdiri dari berbagai parpol dengan pandangan dan latar belakang politik yang berbeda. Nah, inilah yang memicu ketidak-pastian, utamanya di mata investor asing, seperti yang telah terjadi dalam kabinet SBY dengan koalisi parpol yang gemuk.

Rupanya pasar yang lebih mengutamakan efisiensi rada alergi terhadap demokrasi, yakni terdistribusinya kekuasaan politik kepada beberapa parpol. Pasar itu mau cepat, tapi demokrasi kadang bertele-tele, tidak bisa asal main ketuk palu. Memang, sudah dari sononya. (Bersihar Lubis)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *