PESAWAT KEPRESIDENAN HEMAT ANGGARAN

Pilot Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia, Letkol Pnb. Ali Gusman (kanan) dan Letkol Pnb. Firman Wirayuda (kiri) berfoto bersama usai mengawaki pesawat tersebut mendarat perdana di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/4). Pesawat RI 1 jenis Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) varian dari Boeing 737 seri 800 yang memiliki spesifikasi dan desain interior khusus untuk penerbangan VVIP dan baru pertama kali dimiliki oleh Indonesia tersebut dibeli pemerintah seharga US$89,6 juta atau sekitar Rp847 miliar.  (ant )

Jakarta ( Berita ) : Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi mengatakan penggunaan pesawat kepresidenan bakal menghemat anggaran negara. “Dari sisi anggaran negara, penggunaan pesawat kepresidenan jauh lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan pesawat komersial,” katanya dalam acara penerimaan pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis [10/04].

Berdasarkan perhitungan pemerintah, kata Sudi, penggunaan pesawat kepresidenan bisa menghemat anggaran negara Rp 114,2 miliar per tahun. Penggunaan pesawat khusus kepresidenan, menurut dia, juga tidak akan mengganggu jadwal dan kinerja maskapai penerbangan komersial.

Selama ini Presiden melakukan perjalanan menggunakan pesawat komersial sewaan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. “Selama ini perusahaan penerbangan harus mengatur ulang jadwal penerbangannya apabila ada tugas-tugas kenegaraan yang mengharuskan menggunakan pesawat bagi perjalanan dinas Presiden,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa sebagai negara besar Indonesia lebih bangga bila Presiden RI menggunakan pesawat khusus kepresidenan untuk mendukung tugas konstitusional presiden. “Pertama kali setelah lebih dari 60 tahun, Indonesia memiliki pesawat kepresidenan sendiri,” ucapnya.

TNI Angkatan Udara akan mengoperasikan pesawat kepresidenan, yang ketika tidak digunakan akan ditempatkan di hanggar TNI Angkatan Udara. Sementara perawatan serta pemeliharaan akan dilakukan oleh Garuda Indonesia serta biaya perawatan dan pemeliharaannya dikelola Kementerian Sekretariat Negara. “Pastikan anggaran dikelola dengan transparan dan akuntabel agar penggunaan benar-benar efisien dan efektif,” kata Sudi.

Harga pesawat Rp 847 miliar

Harga pesawat kepresidenan yang baru tiba di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis, diperkirakan sekitar Rp 847 miliar.

Menurut rilis acara penyambutan dan peresmian penyerahan pesawat kepresidenan yang dibagikan kepada wartawan usai acara konferensi pers, pesawat kepresidenan itu harganya sekitar 89,6 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 847 miliar.

Harga sebesar itu sudah termasuk fabrikasi, modifikasi interior serta beragam modifikasi lain yang diperlukan untuk mendukung perjalanan dinas presiden. Rilis itu juga menyebutkan bahwa pembayaran pesawat dilakukan melalui skim kontrak tahun jamak dari tahun 2010-2014.

Pesawat yang dapat mengakomodasi hingga 67 orang itu dilengkapi ruang pertemuan, ruang rapat, dan ruang eksekutif guna memfasilitasi presiden dalam menunaikan tugas kenegaraan.

Pesawat tersebut juga dilengkapi perangkat keamanan dan tangki bahan bakar telah diambil hingga menjadikan pesawat itu sanggup menempuh jarak di kisaran 5.000 mil laut atau sekitar 10.000 kilometer.

“Kami telah menerima pesawat jenis Boeing Business Jet 2 atau BBJ-2,” kata Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi dalam konferensi pers di pangkalan udara itu. Menurut dia, penerimaan pesawat baru kepresidenan setelah melalui proses pengadaan kurang lebih selama empat tahun.

Selain itu, lanjutnya, pesawat tersebut telah dirancang dan didesain sehingga dapat memenuhi persyaratan serta akan lebih mengefektifkan dan mengefisienkan perjalanan dinas kepresidenan. Menurut dia, penggunaan pesawat kepresidenan bisa menghemat anggaran negara. (ant )
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PESAWAT KEPRESIDENAN HEMAT ANGGARAN

  1. Pingback: buy shrooms online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *