KEJATI USUT DANA PROMOSI TUAN RUMAH PON

Medan ( Berita ) :   Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara diminta mengusut tuntas penggunaan dana promosi Provinsi Sumatera Utara, calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

“Pemakaian dana yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) harus diaudit secara terbuka, karena menggunakan dana APBD tahun 2014,” kata Pakar Hukum Universitas Sumatera Utara, Dr Pedastaren Tarigan SH, di Medan, Senin [31/03].

Penggunaan dana APBD Provinsi Sumut untuk promosi calon tuan rumah PON tersebut, menurut dia, diduga terjadi “penyimpangan” atau salah peruntukkan yang dilakukan panitia yang bertugas mempromosikan daerah ini ke berbagai provinsi di tanah air.

“Diduga terjadi penyalahgunaan anggaran dana APBD Sumut (tidak ada pos anggaran untuk dana promosi calon tuan rumah PON XX),  hal ini jelas bertentangan dengan ketentuan hukum dan penggunaan anggaran,” ucap Pedastaren.

Dia menjelaskan, pengeluaraan dana biaya tiket pesawat pulang-pergi Medan-Jakarta, Medan-Bandung, menginap di hotel berbintang, membeli makanan untuk oleh-oleh, dan uang saku panitia yang bersumber dari APBD Provinsi Sumut harus diudit dan jangan ditutup-tutupi.

“Dana APBD yang dikeluarkan  tersebut, juga merupakan uang rakyat, dan tidak bisa seenaknya dikeluarkan begitu saja, tanpa ada pertanggung jawaban atau hitam diatas putih,” ujar Kepala Laboratorium Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU).

Pedastaren menambahkan, selain oknum pejabat di Pemprov Sumut diperiksa Kejati Sumut, juga beberapa Pengurus KONI Sumut yang ikut  mempromosikan daerah ini calon tuan rumah PON XX tahun 2020.

“Jadi, seluruh pengurus KONI Provinsi Sumut yang ikut mempromosikan dan berangkat ke sejumlah daerah di Indonesia harus diperiksa Kejati Sumut,” kata staf pengajar pada Fakultas Hukum USU.

Sebelumnya, kegagalan Sumatera Utara masuk tiga besar calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 merupakan pukulan telak bagi insan olahraga daerah itu mengingat terakhir kali daerah itu menjadi tuan rumah tahun 1953,

“Ini pukulan telak bagi kita, parahnya lagi kita gagal masuk tiga besar dalam penentuan tuan rumah PON XX,” kata Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumut Lamhot Simamora di Medan, Rabu.

Sumatera Utara dalam voting pada Rapat Anggota Tahunan KONI di JHCC, Senayan, Jakarta, Selasa (11/3) malam, hanya berada di posisi kelima dengan perolehan 27 suara.

Posisi pertama diraih Papua dengan perolehan 66 suara, disusul  kedua dan ketiga Aceh dan Bali masing-masing 46 suara, sedangkan Jawa Tengah 28 suara dan terakhir Sulawesi Selatan 23 suara.

Menurut dia, kegagalan ini disebabkan karena ketidakmampuan meyakinkan induk cabang olahraga dan KONI se Indonesia bahwa Sumut memiliki berbagai kelebihan yang dimiliki dibanding daerah lain. (ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *