16 RIBU IKRAR TUNDA NIKAH MUDA

MEDAN – 16.000  siswa se-Sumatera Utara akan membacakan ikrar  mendukung gerakan menunda pernikahan di usia muda.

Ketua Tim Pengerak PKK, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho berharap ikrar yang diucapkan para siswa-siswi tidak sekedar seremoni.

Harapan itu diungkapkan Sutias saat mengikuti gladi resik Ikrar Menunda Usia Perkawinan di Hotel Polonia, besok, Selasa.

Gladi resik diadakan bersamaan dengan Rapat BKKBN Sumut mempersiapkan Gebyar Genre yang akan berlangsung 26 April 2014. Sutias mengatakan pentingnya untuk mengambil tindakan, yakni ikrar yang nantinya dilakukan para siswa/siswi pada Gebyar Genre . “Kita harus berpikir apa dampak dari kegiatan ini, maka para siswa/siswi yang berikrar harus komit tidak menikah pada usia muda,” kata Sutias.

Menurutnya, para siswa/siswi ini setelah lulus sekolah formal (SMU) khususnya yang tidak melanjutkan perguruan tinggi, Untuk tidak melakukan pernikahan sebelum usia matang.

Hal ini menurut Sutias masa matang yakni untuk perempuan 22 tahun dan lelaki 25 tahun. Mengingat sebelum usia tersebut para perempuan dan lelaki belum siap menjalani suatu perkawinan, terutama perempuan bila mengandung dan melahirkan.

Untuk itu Sutias juga meminta kepada instansi terkait yakni Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota juga BKKBN, untuk memberi kegiatan/ konseling kepada para siswa/siswi yang khususnya berikrar tersebut .

Kepala BKKBN Provinsi Sumut Wiwidyono mengatakan persoalan remaja sangat kompleks. Selain jumlahnya yang sangat sibanyak yakni mencapai 27.6% atau sekitar 64 juta dari total penduduk Indonesia.

Disamping itu, para remaja juga rentan akan kasus kawin muda, terlibat dalam penyalahgunaan nafza dan seks bebas yang sangat beresiko terkena HIV dan AIDS.

“Data menunjukkan bahwa usia kawin pertama di Indonesia pada perempuan baru mencapai 19,8 tahun.Sementara itu data dari BNN menunjukkan bahwa jumlah pengguna Napza sampai 2008 mencapai 115.404 orang. Di mana 51.986 (45.04%) dari total mereka adalah berusia remaja (16-24 tahun). Sedangkan pengguna narkoba yang berasal dari mahasiswa berjumlah 4.055 orang atau 3,51%.Data itu bersumber dari BNN pada 2008,” paparnya.

Sedangkan untuk kasus HIV dan AIDS menunjukkan bahwa hampir setengahnya atau 45,9% dari 26.483 orang berasal dari kelompok usia 20 hingga 29 tahun.

Untuk mengatasi permasalahan ini, BKKBN sebagai salah satu instansi pemerintah berusaha merespons permasalahan ini melalui program Gebyar GenRe . Program ini juga dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Provinsi Sumut melibatkan ribuan siswa/siswi di 8 Kabupaten/Kota Sumatera Utara.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *