ATASI GAS SUMUT, KEMEN ESDM SETUJUI LNG MINI

MEDAN РWakil Menteri Energi Sumberdaya dan Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara menemui Gubernur Sumatera Utara  Gatot Pujo Nugroho. Dalam pertemuan ini selain membahas krisis listrik, Wamen juga menyetujui pembangunan LNG Mini untuk untuk mengatasi krisis gas industri di Sumut.

Pembahasan soal listrik dan gas serta kondisi energi Sumatera Utara berlangsung di Medan hari ini. Pada pertemuan ini Gubsu didampingi Asisten I Perekonomian dan Perencanaan Sabrina,  Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut Binsar Situmorang, Mega Pratiwi bagian pejualan dan administrasi PT PGN, Kartini Teti serta Romel Manurung Bagaian Operasi Pemeliharaan SBU 3 PT PGN.

Wamen ESDM Susilo Siswoutomo menjelaskan, kedatangan ke Sumatera Utara untuk melakukan identifikasi masalah energi yang terjadi di Sumut. Selain itu, katanya, kedatangan Wamen ESDM juga agar mengetahui bagaimana soal pasokan gas dan bagaimana distribusinya. Setelah itu, katanya, semua hasil identifikasi akan dibawa ke Jakarta dan dilakukan percepatan serta dicari bagaimana solusinya.

“Kalau permintaan Gubsu apakah gas terapung yang ada di Lampung bisa dikembalikan lagi di Sumut, itu tidak mungkin karena Propinsi Lampung sudah hampir rampung persiapannya,” ujarnya.

Kepada Wamen, Gubsu menjelaskan kebutuhan gas di Sumut saat ini mencapai 220 MMSCFD sementara pasokan yang ada hanya 9 MMSCFD. Menurutnya ketersediaan gas dan kebutuhan gas di Sumut sangat jomplang, dari 9 MMSCFD ke 220 MMSCFD sangat jauh.

Dia mengandaikan, kalau saja Sumut ada 12 MMSCFD yang diharapkan dari Kabupaten Langkat sudah lumayan. Sementara di Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) gas yang dipasok baru tahap eksplorasi. Belum lagi gas di Arun yang notabene dijanjikan Pertagas rampung akhir 2014.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provsu, Sabrina mengaku memang pada saat pertemuan dengan Wamen ESDM, Pemprov Sumut meminta agar gas yang ada di Lampung dipulangkan lagi ke Sumut. Sayangnya, katanya, Wamen ESDM menyatakan tidak mungkin lagi karena persiapan di Lampung sudah hampir rampung. Padahal, gas terapung itu menghasilkan gas 240 MMSCFD.

“Gubsu sudah bilang ke Pertagas jangan memberikan janji-janji saja. Khawatirnya sudah dikatakan akhir 2014 siap, tapi nanti seperti PLN yang gak sesuai dengan dijanjikan,” ujar Sabrina.

Selain persoalan gas, katanya, keluhan yang disampaikan juga berupa byar pet akibat defisit energi listrik. Dalam pertemuan itu terungkap ada dua hal yang jadi problem soal listrik seperti izin perusahaan swasta untuk mikro hidro yang belum beroperasi. Kendala listrik mikro hidro, ternyata setelah dicari tahu, problemnya karena perusahaan belum menemukan founding yang siap membiayai dan perihal ketidakcocokan harga.

“Harga jual yang penting apakah ditentukan pemerintah atau swasta. Untuk mengantisipasi soal gas itu, Wamen ESDM sudah menyetujui LNG mini agar pasokan gas tetap terjaga dan hasil kunjungan Wamen ESDM ini akan dibawa ke Jakarta untuk dibahas,” ucapnya.
sumber: waspada
sinabungjaya.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *