PEDAGANG PASAR PAGI JALAN SUTOMO DIPINDAH

Relokasi 1.800 Pedagang Tunggu Tanda Tangan DPRD

MEDAN-Rencana relokasi 1.800 pedagang tradisional dari Jalan Sutomo ke Pasar Induk Lau Cih Medan Tuntungan masih terganjal di DPRD Medan. Padahal Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan mengaku sudah siap untuk mengoperasikan salah satu pasar terbesar di Indonesia itu. Bahkan, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar, Benny Sihotang sudah menyiapkan Kepala Pasar yang akan mengelola Pasar Induk Lau Cih.

“Kita sudah siap untuk mengoperasionalkan Pasar Induk, bahkan kepala pasarnya sudah ada sejak bulan Januari lalu,” kata Benny Sihotang, kemarin.

Benny juga mengatakan bahwa PD Pasar siap merelokasi seluruh pedagang di Jalan Sutomo yang berjumlah 1.800 itu. Hanya saja, relokasi pedagang itu bukan hanya tugas PD Pasar saja melainkan, beberapa instansi lain, seperti Satpol PP, Polisi, TNI dan Dishub. “Kita siap untuk merelokasi seluruh pedagang di Jalan Sutomo yang berjumlah 1.800 itu ke Pasar Induk Lau Cih Medan Tuntungan.” Katanya.

Benny mengaku PD Pasar sampai saat ini masih menunggu surat resmi dari DPRD Medan terkait persetujuan izin prinsip, karena sampai saat ini informasi yang diterimanya hanya berbentuk lisan.  “Kalau hanya lisan tidak ada dasar hukumnya,” ucapnya. Setelah surat tersebut dikeluarkan, maka pihaknya selaku perusahaan daerah akan menandatangani MOU dengan Pemko Medan terkait peralihan aset serta operasional. “Kita tunggu saja surat resmi dari DPRD Medan,” katanya.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Medan, A Hie kepada wartawan, Kamis (13/3) mengatakan, bahwa izin prinsip yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Pemko Medan untuk pengoperasian Pasar Induk Lau Cih sudah dikeluarkan oleh Komisi C. Hanya saja surat edarannya belum ditandatangani (teken) Ketua DPRD Medan, Amiruddin.

“Sudah kita keluarkan surat persetujuan prinsipnya, dikeluarkannya surat tersebut tidak lama setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua dengan PD Pasar beberapa waktu lalu,” ujarnya.

A Hie mengaku persetujuan Komisi C saja tidaklah cukup untuk disampaikan kepada Pemko Medan untuk pengoperasian Pasar Induk. Maka dari itu, surat yang dikeluarkan oleh Komisi C harus mendapat persetujuan dari Pimpinan DPRD Medan. “Sudah kita sampaikan suratnya kepada pimpinan, namun saya belum tahu perkembangan surat tersebut,” ungkapnya.

Pria berkacamata itu juga menambahkan, Pemko Medan terlebih dahulu harus membuat ketentuan teknis terkait pelimpahan aset dari Pemko Medan kepada PD Pasar. “Setelah itu dibuat, barulah Pasar Induk dapat di operasionalkan,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan Ikrimah Hamidy mengatakan surat persetujuan izin prinsip yang dikeluarkan Komisi C harus disidang paripurnakan dahulu. Pasalnya, aset yang dimiliki Pemko Medan dengan perusahaan daerah dicatat masing-masing.

“Pemko Medan mencatat aset sendiri begitu juga dengan PD Pasar, maka dari itu perlu sidang paripurna untuk membahas hal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Medan, Amiruddin masih belum bisa dikonfirmasi, Politisi Demokrat itu tidak tampak di kantornya, dan nomor handphonenya bahkan tidak aktif. (dik/azw)

Beberapa Nama Pasar Terkenal di Kota Medan

Pusat Pasar di Jalan Pusat Pasar Medan
Pasar Petisah di Jalan Petisah
Pasar Beruang di Jalan Beruang
Pasar Simpang Limun di Jalan Sisingamangaraja
Pasar Ramai di Jalan Thamrin
Pasar Timah atau Pajak Besi Jalan Besi
Pasar Sukaramai Jalan AR Hakim Sukaramai
Pasar Pagi di Jalan Setia Budi
Pasar Mandala di Jalan Mandala By Pass
Pasar Aksara di Jalan Aksara/Pancing
Pasar Kampung Lalang di Jalan Kampung Lalang
sumber: sumutpos

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *