GBKP KEBAYORAN LAMA PEDULI KORBAN ERUPSI GUNUNG SINABUNG

GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) Jemaat Kebayoran Lama Jakarta Selatan Klasis Jakarta Banten berdasarkan Warta Jemaat GBKP Kebayoran Lama pada hari Minggu tanggal 09 Maret 2014 yang lalu telah dapat menghimpun dana dari jemaat dan simpatisan secara bertahap sebesar Rp. 80.491.000,- (delapan puluh juta empat ratus sembilan puluh satu ribu). Diharapkan minggu-minggu yang akan datang dana tersebut akan bertambah seirama dengan perjalanan waktu karena yang baru berpartisipasi dalam menghimpun dana tersebut baru 70 orang dari sekitar 300 jemaat yang terdaftar.

Perlu disampaikan bahwa jemaat ini juga telah pernah mengirimkan bantuan dalam bentuk uang sekitar Rp. 80.000.000,- (delapan puluh juta) melalui Moderamen GBKP Kabanjahe untuk korban erupsi gunung Sinabung yang pada waktu dana tersebut dipergunakan untuk membeli 5 (lima) ekor sapi, dan ini dia beritanya pada waktu itu :

MODERAMEN GBKP POTONG SAPI UNTUK PENGUNGSI SINABUNG

Kabanjahe-andalas Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) setelah menyumbangkan ratusan juta rupiah untuk mahasiswa korban erupsi Sinabung, kembali salurkan bantuan berupa lima ekor sapi. Kelima ekor sapi tersebut dipotong dan dibagikan untuk kebutuhan makan sekitar 18.000 jiwa pengungsi tersebar di 31 titik pengungsian, termasuk untuk Posko Utama Tanggap Darurat Penanganan Bencana Erupsi Sinabung di Jalan Veteran Kabanjahe, Jumat (20/12).

“Bantuan disumbangkan Moderamen GBKP kepada para pengungsi erupsi Sinabung dari hasil swadaya jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Kebayoran Lama Jakarta, Klasis Jakarta-Banten,” ujar Ketua Posko GBKP, PDT Agustinus Purba STh MA kepada wartawan, Jumat (20/12) di sela penyembelihan lima ekor sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Karo.

Dikatakannya, bantuan lima ekor sapi, total seberat 647 kilogram dibagikan disertai bumbu, sehingga tidak merepotkan lagi. Artinya begitu sampai di posko, tinggal masak untuk direndang,” ujar Pdt Agustinus yang juga Ketua Bidang Diakonia Moderamen GBKP.

Sebanyak 31 titik posko penampungan pengungsian semuanya dibagikan. Tergantung jumlah warga pengungsi di setiap posko. “Rata-rata 20 kilogram per posko, namun ada juga posko yang kita berikan 102 kg seperti di Tigabinanga karena menampung pengungsi sebanyak 2810 jiwa. Demikian juga posko UKA I diberikan 64 kg (1892 jiwa), UKA II 36 kg (1067 jiwa), posko Mesjid Agung Kabanjahe 22 kg (633 jiwa),” ujarnya.

Lebih jauh Pdt Agustinus yang saat itu didampingi Kabid Koinonia Pdt Erick Barus, DTh dan Bendahara Umum, Dkn Kristiani Br Ginting dan Sekretaris Posko GBKP Penanggulangan Bencana Erupsi Sinabung, Pdt Rosmalia Br Barus, STh mengatakan, ditengah pergumulan melanda saudara-saudara kita yang terkena bencana erupsi Sinabung alangkah indahnya jika Natal kali ini menjadi sarana dan ruang bagi kita untuk bisa berbagi dengan penuh kasih terhadap sesama kita, sehingga kita bisa merasakan makna Natal yang sesungguhnya.

Jangan menganggap kita tidak mempunyai meteri maka kita tidak bisa berbagi dengan orang lain. Ada banyak hal dan talenta yang bisa kita lakukan terhadap sesama kita tanpa perlu materi namun bisa memberikan manfaat seperti mendoakan orang yang sakit, memberikan motivasi kepada mereka yang sementara putus asa, menghibur mereka yang lagi dilanda musibah, dan aktivitas berguna lainnya.”Intinya, mari kita saling bersinergi untuk berbagi,”ajaknya.(RTA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *