BNPB: GUNUNG SINABUNG MASIH AWAS, 2 DESA DIKOSONGKAN

Liputan6.com, Jakarta Gunung Sinabung di Sumatera Utara ini hingga kini masih dinyatakan berstatus Awas. Gunung api di dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo itu sebelumnya erupsi dan menelan 17 korban tewas.

“Saat ini pada Gunung Sinabung tidak ada erupsi. Gempa guguran 28 kali, tremor menerus, aliran lava pijar ke Selatan 100-40 meter. Belum dapat dipastikan sampai kapan aktivitas Gunung Sinabung berhenti. Status gunung ini masih Awas atau Level IV,” papar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2014).

Sutopo memaparkan, data BNPB mencatat hingga kini jumlah pengungsi sebanyak 15.959 jiwa yang tersebar di 33 titik posko pengungsian. Para pengungsi itu berasal dari desa-desa yang termasuk dalam zona merah.

“Pengungsi tersebut berasal dari desa-desa yang berada di dalam radius 5 km. Ini sesuai rekomendasi PVMBG,” ucap Sutopo.

Sutopo menambahkan, saat ini ada 2 desa dan dusun yang masih harus dikosongkan. 2 Desa itu adalah yang terletak dalam radius 0-5 km dan 0 km atau zona merah dari Gunung Sinabung.

Untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, Sutopo menegaskan saat ini persediaan logistik masih terpantau cukup.

BNPB sebelumnya memulangkan para pengungsi Gunung Sinabung, khususnya mereka yang berasal dari beberapa desa di luar radius 5 kilometer, seperi yang direkomendasi pihak PVMBG.

Hingga Minggu 23 Februari 2014, sebanyak 17.150 jiwa (5.213 KK) pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

“Mereka berasal dari 15 desa, yaitu Desa Jeraya, Pintu Besi, Payung, Beganding, Tiga Pancur, Tanjung Merawa, Tiganderket, Cimbang, Ujung Payung, Kutambelin, Gung Pinto, Sukandebi, Naman, Batu Karang, dan Rimo Kayu,” tutur Sutopo.

Pada hari berikutnya, Senin 24 Februari 2014 pukul 09.00 WIB, 123 KK atau 366 jiwa pengungsi dari Desa Temberun akan kembali dari Losd Tanjung Mbelang menuju desanya. (Shinta Sinaga)
sumber : liputan6

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *