KASUS DUGAAN KORUPSI,DUA PNS SERGAI DITAHAN

SEIRAMPAH (Waspada): Dua oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang bertugas di Dinas Perindustrian,Perdagangan dan Pasar Kab.Serdang Bedagai, ditahan Polres Sergai dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi sebesar Rp131.727.472, Sabtu (22/2) sore.

Keduanya, IRY,47, warga Medan, dan AH,29, warga Desa Firdaus, Kec.Sei Rampah, Kab.Sergai ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Unit Tidak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sergai. Keduanya ditahan setelah terungkap diduga melakukan korupsi saat bertugas di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (KP2TPM) tahun 2012.

Selain menahan kedua tersangka, dari pengembangan kasus tersebut pihak Polres Sergai juga menyita barang bukti uang tunai Rp33.800.000 dari perusahaan yang dipulangkan salah seorang pelaku, berbagai dokumen di antaranya belasan sertifikat HO asli perusahaan dan  print out bank.

Kapolres Sergai, AKBP.B.Anies Purnawan melalui Kasat Reskrim, AKP.Hady Syahputra Siagian didampingi Kasubbag Humas, AKP.ZN Siregar, KBO Reskrim, Iptu.Ilham, Minggu (23/2) saat pemaparan kasus tersebut mengatakan, modus kedua tersangka melakukan pengutipan retribusi pengurusan izin gangguan (HO) perusahaan di wilayah Kab.Sergai.

“Sebagian uang pungutan retribusi disetorkan ke Kas Umum Pemkab Sergai, namun sebagian lagi tidak disetorkan, sementara sertifikat asli HO perusahaan diterbitkan pelaku.Berdasarkan audit BPKP Provinsi Sumut akibat perbuatan kedua tersangka Kas Umum Pemkab Sergai mengalami kerugian sebesar Rp131.727.472,” kata Hady Syahputra.

Ditambahkan Kasat Reskrim, pihaknya telah mendalami kasus tersebut sejak Oktober 2013 dengan memeriksa beberapa saksi , yakni 15 orang dari lingkungan kantor Pemkab Sergai, 20 orang dari pihak perusahaan, satu orang dari bank, satu orang saksi ahli dari BPKP Sumut serta satu orang saksi ahli dari akademisi.

“Kita masih terus mendalami kasus dugaan korupsi tersebut dan tidak tertutup kemungkinan akan melibatkan tersangka lainnya,” ketus Hady.

Menurut Hady, selama menjalani pemeriksaan, keduanya bersikap kooperatif sehingga lebih memudahkan dalam mengungkap kasus itu.

Akibat perbuatan keduanya, imbuh Hady Syahputra, kedua tersangka diancam dengan Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang No.1 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selanjutnya kata  Kasat Reskrim, junto Pasal 9 dan Pasal 10 huruf a,b,c dari Undang-Undang No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat (1) angka 1e,2e, KUH Pidana dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara, tegasnya.(c03).
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *