PERMINTAAN IKAN JURUNG TINGGI

Sebagai komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, pasar ikan jurung ini pun tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Hanya pasar-pasar tertentu saja yang dipastikan terdapat ikan tersebut, apakah itu sebagai santapan langsung ataupun jual beli.
Josep Ginting mengungkapkan, permintaan ikan jurung ini sebetulnya sangat tinggi bahkan bukan hanya berasal dari kawasan seputaran Sumatera Utara (Sumut) saja.

Sejumlah kawasan lain di luar Sumut pun diketahui rutin melakukan pemesanan ke para peternak dan agen di Sumut untuk memperoleh pasokan ikan batak ini. “Pesanan bisa mulai dari Padang Sidempuan, Aceh, Bengkulu, hingga Palembang, langsung via telepon,” ucapnya.

Josep mengaku, walaupun selama ia mulai membudidayakan ikan jurung hingga sekarang baru satu kali berhasil melakukan panen. Namun track record dan kredibilitasnya sebagai pembudidaya ikan air tawar dan ketua kelompok tani perikanan di Desa Birubiru membuat pesanan kepadanya sudah berdatangan sejak jauh-jauh hari.

“Pesanan ada yang melalui agen, dan ada juga yang langsung kepada saya,” sebutnya.
Bahkan, Josep kembali menuturkan, permintaan yang datang sangat tinggi. Padahal ia masih baru akan panen sekitar 6 bulan lagi, dan ikan jurung miliknya hanya 1.000 ekor.

“Saya sampai kewalahan untuk memenuhi permintaan itu. Minimnya jumlah pembudidaya ikan jurung yang ada, membuat pesanan menjadi sangat tinggi. Jadi, apabila agen ataupun konsumen yang membutuhkan ikan jurung mendapatkan informasi mengenai keberadaannya langsung mengejar saya,” katanya.

Tingginya permintaan tersebut, menurut Josep untuk mengisi permintaan dari sejumlah restoran. Sebab, rasa dagingnya yang dinilai lembut dan gurih kendati memiliki banyak tulang seperti ikan mas, membuat pemburu kuliner berkocek tebal senang untuk mengonsumsinya.

“Yang paling banyak membutuhkan ikan ini adalah restoran. Soalnya, rasa ikan jurung yang enak serta sejarahnya yang merupakan makanan para raja Batak menjadikan siapapun yang memakan ikan ini ibarat kata serasa menjadi raja,” terangnya.

Selain itu, hajatan-hajatan pesta adat Batak kata Josep juga sering membutuhkan pasokan ikan jurung. Sebab, sebagai salah satu identitas suku Batak, ikan jurung ini merupakan pelengkap yang tepat untuk menyempurnakan hajatan tersebut. Namun, karena harganya yang mahal, tidak semua bisa memperoleh ikan ini. Hanya yang tertentu-tertentu saja.

Tak hanya di situ, Josep juga menyatakan bahwa ikan ini masih sangat kental dengan keyakinan mitologi. “Di alam liar, ikan ini dikatakan selalu berada di daerah yang angker, dan masih dipercaya oleh masyarakat hingga sekarang. Selain itu, bagi yang memeliharanya juga bisa membawa rezeki (hoki) seperti juga ikan arwana. Makanya ada juga sebagian masyarakat yang memelihara ikan jurung ini dalam aquarium,” pungkasnya. (rozie winata).
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *