PENGUNGSI SINABUNG BEKERJA SERABUTAN DEMI MENCARI UANG

Kabar24.com, JAKARTA—Sejumlah pengungsi Gunung Sinabung terpaksa bekerja serabutan di sekitar kawasan pengungsian, menyusul belum adanya kepastian kepulangan mereka ke kampung masing-masing. Pengungsi itu, mayoritas berasal dari Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

Kordinator pengungsi letusan Gunung Sinabung, di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Suranta Sitepu, di Sei Bingei mengatakan umumnya mereka bekerja menjadi harian lepas, pekerja pengeboran minyak hingga buruh serabutan.

Hingga saat ini, katanya, pengungsi yang ada di lokasi penampungan Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei berasal dari enam desa, yaitu Kuta Rakyat, Kuta Gugung, Kuta Mbelin, Kebayaken, dan Desa Batu Karang. Mereka sudah tiga bulan berada di lokasi penampungan dan belum tahu kapan dipulangkan.

“Kalau di sini mereka ada juga yang menjadi petani di lahan pertanian warga petani sekitar posko, dan menjadi buruh harian lepas di PTPN II,” ujar Sitepu seperti dikutip Antara.

Dengan pekerjaan sementara itu, para pengungsi ini mendapatkan upah sebesar Rp50.000 per hari. (Antara)
sumber : kabar24

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *