LETUSAN GUNUNG KELUD DAN SURATAN TAKDIR ORANG INDONESIA

Kabar24.com, JAKARTA — Letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengejutkan kita semua. Walaupun sudah diumumkan status waspada pada 2 Februari 2014 lalu, sebagai manusia kita tetap terperangah ketika gunung itu meletus dengan dahsyat pada Kamis malam, menghempaskan jutaan ton abu dan kerikil.

Tercuat pertanyaan, mengapa bangsa kita didera banyak bencana akhir-akhir ini.  Gunung Sinabung di Sumatra Utara “batuk-batuk” selama empat bulan dan sempat meletus dalam skala besar, membuat puluhan ribu orang mengungsi dan tak terhitung harta benda serta sumber penghidupan masyarakat yang hancur lebur.

Manado yang adem ayem, tiba-tiba diterjang banjir bandang sehingga nyaris menenggelamkan kota cantik di Sulawesi Utara itu. Banyak wilayah di Pulau Jawa terendam banjir, merusak  jutaan hektare areal persawahan dan ribuan orang mengungsi. Ini belum bicara banjir besar di Jakarta.

Rasanya baru satu dua hari ini warga Ibukota menikmati sinar matahari dan bersyukur bahwa bencana banjir telah berlalu, lalu terjadi letusan Gunung Kelud. Bagi penduduk di sekitarnya, kedahsyatan letusan itu dirasakan seperti kiamat.

Pada letusan di tahun 1990, sedikitnya 200 juta meter kubik material padat terlontar dari kawah Gunung Kelud—bandingkan dengan muntahan Gunung Merapi pada tahun 2010 yang “hanya” 150 juta meter kubik. Namun, letusan Kelud saat ini memiliki daya rusak tersendiri dari aspek dampak dan jangkauan abu yang jauh sampai ke sejumlah daerah lintas provinsi, bahkan hingga menjangkau Tasikmalaya di Jawa Barat.

Melihat bagaimana bangunan-bangunan di Solo dan tempat lainnya di Jawa Tengah maupun Jawa Timur berselimutkan debu tebal, seolah kota-kota itu baru saja diserang makhluk asing…Peristiwa itu membuat roda aktivitas masyarakat terhenti, enam bandar udara tak beroperasi, dan ribuan penumpang membatalkan rencana perjalanan mereka. Garuda Indonesia saja menghentikan 129 penerbangan pada hari Jumat (14/2/2014).

Dengan jenis letusan yang eksplosif, dalam sejarah panjang letusan Gunung Kelud, ribuan orang telah menjadi korban—walaupun skala kerusakan yang ditimbulkannya belum sebesar Gunung Krakatau maupun Gunung Tambora.

Pada saat seperti ini, selayaknya kita semua sebagai warga bergandengan tangan dengan aparat keamanan dan instansi pemerintah menolong para korban, bukannya melakukan hal-hal tercela, karena masih saja ada pihak-pihak yang mencoba menebar teror dengan menyebarkan kebohongan.

“Informasi akan ada letusan besar diikuti awan panas, banjir lahar dingin dan gempa besar, itu adalah hoax. Tidak benar. Jangan ikut-ikutan menyebarluaskan,” begitu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.

Ada pula yang mengaitkan letusan Gunung Kelud dengan hal-hal yang berbau supranatural, seperti letusan Kelud pada 1901 yang merupakan tahun kelahiran Sang Proklamator Sukarno, atau letusan tahun 1966 yang diidentikkan dengan revolusi politik Gerakan 30 September.

Ledakan dahsyat gunung berapi yang menggoncang bumi sesungguhnya adalah bagian dari upaya alam untuk memperbarui dirinya.  Itulah kehendak alam. Akan tetapi banjir bandang sebagai dampak dari kerusakan lingkungan, tak akan menghasilkan apa-apa kecuali kehancuran total masa depan makhluk hidup. Kadang tak ada kesempatan lagi bagi manusia untuk memperbaiki kerusakan akibat eksploitasi alam secara berlebihan.

Sudah menjadi takdir bangsa kita mengalami bencana vulkanik, mengingat letak geografis Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng tektonik Hindia-Australia, Eursia, dan Pasifik, yang disebut “Cincin Api.” Saat ini, misalnya, status Gunung Anak Krakatau adalah waspada.

Di luar itu, masyarakat harus terus meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan dengan menjaga kelestariannya. Dengan begitu kita mengurangi potensi bencana akibat ulah kita sendiri.
sumber : kabar24

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to LETUSAN GUNUNG KELUD DAN SURATAN TAKDIR ORANG INDONESIA

  1. Pingback: psilocybin mushroom bars

  2. Pingback: sexo vaginal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *