DALAM KOLAM JUGA BISA

Sebagai ikan air tawar yang pada dasarnya hidup dalam habitat alam liar, banyak pihak yang meragukan bahwa ikan jurung ini juga bisa dibudidayakan di dalam kolam layaknya ikan mas, nila, ataupun jenis ikan air tawar lainnya.
Tetapi, bagi Josep Ginting, hal itu coba dimentahkannya, dengan cara membudidayakan ikan jurung tersebut di salah satu kolam ikan miliknya.

Berbekal pengalaman dan pengetahuannya sebagai peternak ikan air tawar yang cukup disegani di Desa Birubiru, Josep pun ingin mengadu peruntungan. Motivasinya sederhana, akibat banyaknya pihak yang menjatuhkan pesanan padanya untuk dicarikan bibit ikan jurung di sungai, membuat hasratnya bangkit untuk turut membudidayakan juga.

“Awalnya saya hanya mendapatkan pesanan agar dicarikan bibit ikan jurung di sungai. Jadi saya pikir apa salahnya kalau saya coba membudidayakannya juga,” ungkapnya.

Dengan melakukan sedikit uji coba pada 100 ekor bibit ikan jurung, Josep pun memulai eksperimennya. Sadar akan habitat ikan jurung yang hidupnya di air yang mengalir dan jernih, ia pun mencoba melakukan upaya pengadaptasian.

Keseratus ekor bibit ikan jurung yang berhasil ditangkapnya dari sungai itu, lalu dimasukkannya ke dalam bak yang sudah dipenuhi dengan air. Tak lupa pula ia menciptakan rekayasa teknologi dengan cara menjaga air di dalam bak itu agar tetap mengalir deras.

Namun, ia sudah mengantongi rencana yang dipertimbangkannya dengan matang-matang. Sehingga, seiring berjalannya waktu, kadar derasnya air lambat laun semakin diperkecilnya hingga pada akhirnya dihentikan sama sekali.

“Bibit ikan jurung saya adaptasikan dengan suasana air yang tenang secara bertahap dengan membutuhkan waktu paling tidak satu bulan. Hasilnya baik, saya pun bisa membudidayakannya di dalam kolam sama seperti ikan air tawar lainnya,” jelasnya.

Dengan keberhasilan atas eksperimen yang dilakukannya itu, Josep pun langsung memasok jumlah ikan jurung yang lebih banyak lagi hingga mencapai 1.000 ekor banyaknya setelah melakukan panen pada 100 ikan jurung hasil eksperimennya. Saat ini keseribu ekor ikan jurung tersebut sedang dalam proses pembesaran di kolamnya.

“Tingkat keberhasilannya juga 100%. Seluruh ikan jurung yang saya adaptasikan itu berhasil dipanen dalam waktu satu tahun dengan berat 1 kg. Sedangkan untuk ikan jurung milik saya saat ini, umurnya sudah mencapai sekitar 6 bulan, dan beratnya ditaksir sudah mencapai 4 ons,” sebutnya.

Namun Josep mangakui bahwa pembesaran yang dilakukan di dalam kolam membutuhkan waktu lebih lama sekitar 2 bulan apabila dilakukan pada kolam yang telah dilakukan rekayasa teknologi.

“Kalau di alam bebas, ataupun di dalam kolam tetapi kualitas airnya memakai teknologi hanya dalam waktu 8 bulan beratnya sudah mencapai 1 kg. Tetapi kalau di dalam kolam biasa, butuh waktu paling tidak satu tahun lamanya agar beratnya mencapai 1 kg,” terangnya.

Untuk perawatan, Josep menuturkan bahwa pembudidayaan ikan jurung ini tak jauh berbeda dengan ikan mas. Pakannya juga serupa yaitu pelet yang biasa dikonsumsi ikan air tawar pada umumnya.

“Di samping itu juga harus diberikan antibiotik pada makanannya untuk pengobatan apabila sakit. Selain itu perlu juga melakukan sterilisai air apabila diperlukan,” ucapnya. (rozie winata)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *