BIAYA PERBAIKAN RUMAH RUSAK AKIBAT ERUPSI KELUD CAPAI RP25,9 MILIAR

Kabar24.com, JAKARTA‚ÄĒ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah terkena dampak erupsi gunung Kelud Jawa Timur mencapai Rp25,9 miliar.

Dana itu, akan dikeluarkan dari anggaran pemerintah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pasca erupsi Kelud, sedikitnya 8.452 rumah di Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang rusak, dimana 4.325 rumah diantaranya belum terklarifikasi tingkat kerusakannya.

Sutopo menyebutkan estimasi biaya perbaikan rumah berdasarkan program Rehabilitasi  Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RLTH) sebesar Rp6 juta per rumah.

“Artinya, dibutuhkan sementara biaya sebesar Rp25,95 miliar,” ujar Sutopo dalam keterangan resmi Senin (24/1/2014).

Adapun penetapan data pengungsi per 23 Februari sebanyak 3.896 jiwa masih mengungsi yaitu di Kabupaten Kediri 1.765 jiwa, Kabupaten Malang 1.879 jiwa, Kabupaten Jombang 252 Jiwa, dan 79.778 jiwa pengungsi sudah pulang ke rumah.

Pemenuhan air bersih di tempat pengungsian disediakan hidran umum 57 Unit, dan saat ini tersedia 45 unit akan dipasang di lokasi pengungsi yang sudah kembali ke rumah di Kediri. Untuk mengisi air bersih dilayani 11 truk tangki air oleh PDAM.

Di Kabupaten malang sudah terpasang 50 Unit hidran umum dilayani 23 truk tangki air oleh PDAM Kabupaten Malang. Sedangkan Kemenpera akan membantu MCK Komunal sesuai kebutuhan lokasi kelompok rumah.

Bidang Pengairan akan dilakukan perbaikan 6 buah kantong lahar untuk mengurangi resiko bencana. Perbaikan dan pengerukan waduk Siman. Dalam hal penanganan erupsi Kelud ini, BNPB sudah memberikan bantuan dana siap pakai Rp4 miliar dan bantuan logistik peralatan senilai Rp3,8 miliar. (JIBI/Bisnis.com)
sumber : kabar24

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *