SINABUNG DAN KELUD BELUM AMAN

MEDAN ( Berita ):  Pakar Geologi Institut Teknologi Medan (ITM) mengatakan , jika  tanda-tanda kegempaan masih tinggi, potensi erupsi Gunung Sinabung  tetap ada.Untuk itu, warga desa  harus tetap waspada.

“Begitu juga dengan Gunung Kelud  di Kediri, Jawa Timur, jika  tanda-tanda kegempaan masih  tetap tinggi , potensi erupsi masih  terjadi, “ kata Ir Lismawaty, MT , Selasa (18/2).

Dia mengatakan, potensi erupsi Sinabung dan Kelud sudah bisa dinyatakan ‘aman’,  jika intensitas  kegempaan  dan kekuatannya  sudah tidak ada lagi. Sebaliknya, kata dia, kalau tanda-tanda kegempaan masih tinggi, berarti belum aman.

Sebab, kata Lismawaty, pada prinsipnya sebelum erupsi, Sinabung  atau  Kelud pasti   memperlihatkan tanda-tanda kegempaan tinggi.  Alat deteksi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  (PVMBG) akan menangkap gejala dan tanda-tanda tersebut. Menurutnya, Pemkab Karo dan instansi terkait  yang mengizinkan warga kembali ke desa mereka, tentu   setelah melakukan koordinasi dengan pihak PVMBG di sana.

”Tanpa koordinasi dengan PVBMG, tidak mungkin pemerintah mengizinkan pengungsi kembali ke desa,” ujar Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengda Sumut itu.

Dia mengingatkan, meskipun,  tanda-tanda kegempaan sudah tidak terjadi atau menurun, namun, areal radius 3 Km dari pusat erupsi harus dikosongkan dari pemukiman warga.”Pemerintah harus terus menerus mensosialisasikan  kawasan  rentan berikut bahaya yang dapat ditimbulkan  erupsi, “ katanya dan meyakini, pihak terkait yang memantau aktivitas Sinabung dan Kelud sudah  mempunyai peta-peta pembagian zona  kerentanan bahaya erupsi, gempa bumi, longsor dan banjir.

Begitupun, dia mengingatkan, agar masyarakat tetap waspada dan peduli dengan keselamatannya.  “Artinya belajarlah  dari peristiwa yang telah terjadi , “ tegasnya. Dia mengatakan,  mawas diri dengan segala kemungkinan  terjadi  tentu tidak ada salahnya.

Semua harus diantisipasi,  meski erupsi  Sinabung sudah menurun. “ Sosialisasi ke masyarakat tentang Sinabung, jangan pernah berhenti, sehingga  warga  lebih memahami kondisid an bahaya yang masih ada,“ ujarnya.

Dalam kondisi sekarang ini, menurutnya,  masyarakat harus tetap  berpedoman  terhadap   arahan  pemerintah dan pihak terkait.” Dalam situasi apapun jangan pernah hilang kewaspadaan, bencana itu datang saat kita lengah,”imbau Lismawaty. (WSP/m49).
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *