ELDIN: KADIS PERTAMANAN HARUS ‘DICAMBUK’

MEDAN (Waspada): Plt Wali Kota Medan Dzulmi Eldin terlihat sangat kecewa dengan kinerja Kadis Pertamanan kota Medan Zulkifli Sitepu. Meski sudah diberi tenggat waktu selama satu minggu untuk melakukan perbaikan, tapi sampai saat ini tidak ada pembenahan taman dan papan reklame di Medan. Sehingga, akan dilakukan evaluasi terhadap kinerja seminggu ke depan.

“Kalau saya maunya harga yang turun, bukan kinerja yang turun. Kadis Pertamanan dan Kadis Kebersihan ini memang harus  ‘dicambuk’. Seharusnya mereka bisa bekerja lebih baik lagi dan punya ideide yang baik, tapi nyatanya melempem. Tamantaman kering dan sampah masih berserakan,” tegas Eldin di selasela peluncuran Pusat Informasi Harga Pangan Kota Medan di Pasar Petisah Medan, Rabu (19/2).

Eldin menegaskan, Dinas Pertamanan dan Dinas Kebersihan harus mampu bekerja lebih baik lagi setiap hari. “Saya mengultimatum satu minggu itu agar ada perubahan. Kalau tidak ada perubahan maka akan saya evaluasi. Harusnya ada perubahan yang mereka lakukan bila sudah diultimatum,” terang Eldin.

Disinggung soal banyaknya papan reklame di empat kawasan yang dilarang, Eldin mengatakan, hal itu juga akan menjadi bahan evaluasi. Dinas Pertamanan diminta melakukan penertiban. “Memang ada reklame yang izinnya belum selesai, ada yang izinnya sampai dua tahun. Tapi di tahun 2014 ini, saya mau semua itu sudah bersih tidak ada lagi papan reklame di zonazona larangan,” kata Eldin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan Zulkifli Sitepu belum bisa dihubungi ketika hendak dikonfirmasi Waspada, terkait keberadaan taman yang belum dibenahi dan papan reklame di empat zona larangan yakni Jln. Sudirman, Jln. Diponegoro, Jln. Kapten Maulana Lubis dan Jln. Pengadilan Medan.

Saat peluncuran Pusat Informasi Harga Pangan Kota Medan di Pasar Petisah Medan, Zulkifli juga tidak terlihat hadir. Sementara sejumlah kadis lainnya terlihat mendampingi Plt Wali Kota Medan.

Sedangkan Kadis Kebersihan Kota Medan Pardamean Siregar mengatakan sangat mengapresiasi kritikan yang dilontarkan pimpinan terhadap kinerjanya. Baginya, kritikan itu sebuah perhatian pimpinan. “Kalau pimpinan kita masih mau mengkritik, itu berarti masih perhatian sama kerja kita. Tinggal lagi tergantung kita, mau bekerja lebih baik lagi atau tidak. Kalau saya siap untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Pardamean.(m50)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *