BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR, USAHA SALING MENGUNTUNGKAN

MedanBisnis – Medan. Budidaya ikan air tawar dalam kolam yang dilakukan masyarakat maupun kelompok budidaya ikan lebih didominasi pada ikan mas, lele, patin, nila dan gurame. Lima jenis ikan air tawar tersebut relatif laris di pasar ketika harga jenis ikan laut melambung.
Melihat peluang tersebut lebih bagus, 5 pembudidaya ikan air tawar di Lingkungan 17 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan mengembangkan pembibitan dan pembesaran ikan mas, lele, patin, nila dan gurame.

“Dalam waktu dekat para pembudidaya ikan air tawar ini akan membentuk kelompok guna meningkatkan usaha saling menguntungkan,” ujar Kepala Lingkungan 17 Rengas Pulau, Darmadi ketika ditemui MedanBisnis di lokasi kolam budidaya ikan air tawar yang dikelola di belakang rumahnya Pasar II Barat Medan Marelan, Selasa (18/2).

Darmadi memiliki 2 kolam pembibitan dan pembesaran ikan lele, patin, nila dan gurame serta 1 kolam pancing yang masing-masing berukuran 32×14 meter.

Budidaya ikan yang dilakukannya bersama warga sekitar dibagi atas dua bagian, yaitu pembibitan dan pembesaran.

“Pembibitan untuk menghasilkan bibit bagi para peternak ikan. Sedangkan budidaya pembesaran untuk menghasilkan ikan siap konsumsi dan untuk pasokan kolam pancing,” kata. ayah 3 orang anak tersebut.

Dia sendiri, selain menjual bibit ikan air tawar juga menjual ikan yang telah dibesarkan dengan ukuran antara 0,2 hingga 0,5 kg per ekor kepada para pemancing yang memanfaatkan kolam pancingnya sebagai penyalur hobi memancing.

Dari usaha yang ditekuni sejak Oktober 2013 dengan modal awal sebesar Rp 130 juta, Darmadi dalam tiga bulan beroperasi berpenghasilan rata-rata Rp 2,5 juta per bulan. “Saya optimis dalam setahun beroperasi modal yang saya keluarkan akan kembali, ” ujarnya.

Untuk menjalankan usaha tersebut Darmadi dibantu 3 pekerja untuk merawat kolam dan ikan. Keberhasilan dalam mengelola ikan air tawar juga dikatakan Yeto Saputra dan Poniran. “Kita sebagai pembudidaya ikan air tawar yang berada dalam satu lingkungan akan membentuk kelompok budidaya ikan air tawar, untuk saling menguntungkan bagi sesama pembudidaya,” ujar Poniran.

Dikatakannya, naiknya harga ikan laut belakangan ini menambah penghasilan mereka. “Kalau kelompok terbentuk, nantinya bibit ikan dibeli dari anggota kelompok, ada juga yang memanfaatkan untuk kolam pancing dalam satu kelompok, selain ikan yang telah dibesarkan juga dilempar ke pasar. Inilah yang disebut saling menguntungkan,” katanya. (chairul anwar)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *