DPRD MEDAN DAPAT RP 21,4 MILIAR UNTUK “JALAN-JALAN”

MEDAN ( Berita ): Kendati masa bakti 2009 – 2014 hampir berakhir, namun DPRD Medan masih mendapatkan anggaran hingga Rp 21,4 miliar untuk “jalan-jalan”. Padahal, masih banyak masyarakat Kota Medan yang hidup dalam keprihatinan akibat masalah ekonomi Informasi yang diperoleh di lapangan, Senin (17/2), di penghujung masabakti 2009-2014, anggota DPRD Medan mengajukan anggaran “jalan-jalan” (dinas ke luar kota) dengan alasan untuk bimbingan teknis (Bintek) dan rapat koordinasi serta konsultasi yang dananya mencapai Rp 21,4 miliar lebih.

Penelusuran yang dilakukan wartawan, anggaran sebesar itu tercantum dalam sejumlah kegiatan di antaranya Bintek dengan kode rekening 1.20.1.20.04.05.03 sebesar Rp 1,7 miliar lebih,rapat koordinasi dan konsultasiluar daerah dengan kode rekening 1.20.1.20.04.01.18 sebesar Rp 15,8 miliar lebih, peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota dewan dengan kode rekening 1.20.1.20.04.25.07 sebesar Rp 3,9 miliar.

Anggaran yang berasal dari APBD ini telah menyita perhatian pengamat kebijakan anggaran Kota Medan Elfenda Ananda. Saat diminta tanggapannya,Senin (17/2), Elfenda Ananda mengatakan, anggaran untuk “jalan-jalan” tersebut sangat menyedihkan. Sebab, anggaran itu dialokasikan di penghujung masa bakti anggota DPRD Medan yang tinggal beberapa bulan lagi.

Mantan Direktur Fitra Sumut ini menilai anggaran sebesar itu merupakan pemborosan. Terlebih lagi anggaran untuk Bintek. Hal ini beralasan mengingat anggaran Bintek cukup besar. “Kita heran juga, mengapa selama lima tahun menjad iwakil rakyat terus-terusan ikut Bintek,” terangnya.

Karena itu, Elfenda menilai perlu kewaspadaan terhadap penggunaan anggaran tersebut.“Karena bisa saja untuk kepentingan tertentu. Apalagi mereka sudah sangat membutuhkan anggaran untuk amunisi menghadapi Pemilu,” ujarnya.

Terkait besarnya anggaran“jalan-jalan” ini, Elfenda menilai, di sisa masa baktinya yang tinggal beberapa bulan lagi, anggota dewan tidak layak mendapatkan anggaran untuk Bintek dan konsultasi.

Elfenda juga menilai APBD merupakan anggaran paling empuk dijadikan sasaran ‘permainan’, mengingat mereka akan kesulitan jika harus mengeluarkan anggaran dari kantong sendiri.(WSP/m30)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *