BNPB: KERUGIAN BENCANA MENCAPAI TRILIUNAN RUPIAH

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan kerugian dan kerusakan akibat bencana yang terjadi di Indonesia hingga pertengahan Februari 2014 mencapai puluhan triliun rupiah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya diterima di Jakarta, Senin, mengatakan hingga 16 Februari 2014 telah terjadi 282 bencana di Indonesia yang tidak saja mendatangkan korban jiwa namun juga kerugian ekonomi yang sangat besar.

Berdasarkan perkiraan awal BNPB, ia menyebutkan kerugian dan kerusakan akibat banjir yang terjadi di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa mendatangkan kerugian besar hingga mencapai Rp6 triliun. Sedangkan banjir yang terjadi Jakarta diperkirakan mencapai Rp5 triliun.

Kerugian dan kerusakan akibat bencana banjir bandang yang terjadi di awal Januari 2014 di Sulawesi Utara mencapai Rp1,87 trilun, sedangkan kerugian yang disebabkan erupsi Gunung Sinabung diperkirakan mencapai hingga Rp1 triliun. Angka tersebut belum termasuk bencana-bencana lain yang belum disebutkan.

Berdasarkan penelitian tentang kesiapsiagaan masyarakat Indonesia menghadapi bencana pada tahun 2006, 2012, dan 2013 menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menghadapi bencana masih rendah.

Sutopo mengatakan memang telah terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman bencana, tetapi kesiapsiagaan belum menjadi perilaku dan praktik atau budaya baik di masyarakat dan di Pemda. Hal tersebut terbukti dengan belum banyaknya penanggulangan bencana menjadi prioritas dalam penanggulangan bencana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah selama lima tahunan.

Akibatnya, menurut dia, penanggulangan bencana tidak menjadi roh dalam pembangunan sektor di daerah, apalagi menyangkut peningkatan kapasitas kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Indikator belum membudayanya kesiapsiagaan terhadap bencana ini juga tercermin dari alokasi dana untuk penanggulangan bencana yang rata-rata kurang dari 0,5 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Hal ini menjadi tantangan bersama yang perlu dirubah, karena pengurangan risiko bencana harus menjadi prioritas bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, menurut dia, pengurangan risiko bencana juga harus dilihat sebagai investasi pembangunan. Bencana tidak bisa ditolak tapi risiko tentu dapat kurangi.

Data sementara bencana 1 Januari 2014 hingga 16 Februari 2014 tercatat 282 kejadian. Dampaknya dari kejadian tersebut 197 orang tewas, 64 luka-luka, 1,6 juta jiwa mengungsi, puluhan ribu rumah rusak.
sumber : beritasatu

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *