DISTAN CARI LAHAN PENGGANTI HORTIKULTURA DI LUAR KARO

MedanBisnis – Medan. Dinas Pertanian Sumatera Utara (Sumut) mencari lahan baru sebagai pengganti lahan yang rusak di Tanah Karo akibat erupsi Gunung Sinabung. Kerusakan lahan itu mengakibatkan stok sayur-sayuran dan hortikultura lainnya mengalami penurunan.
Kepala Dinas Pertanian Sumut, M Roem mengatakan sejak erupsi terjadi pihaknya berupaya mencari daerah lain di luar Karo yang memiliki potensi sama sebagai penyumbang sayur-mayur.

“Soalnya sejak erupsi Gunung Sinabung, tercatat 30 ribuan hektare lebih komoditas pertanian di Tanah Karo mengalami kerusakan,” jelas Roem di sela-sela pemberian bantuan Kemenkominfo di halaman Kantor Gubernur, Medan, Kamis (13/2).

Dikatakannya, daerah dataran rendah yang memiliki potensi untuk pengembangan sayur mayur seperti Kabupaten Humbahas dan Madina. “Kita harapkan kabupaten segera mendaftarkannya,” ujarnya.

Roem mengatakan, pihaknya juga akan memberikan bantuan berupa bibit. Sejauh ini masih dalam tahap pendataan dan akan rampung dalam waktu dekat berapa jumlah bibit yang akan disalurkan dan berapa petani yang akan mendapatkan bantuan. Pihaknya juga masih terus melakukan pendataan soal kerusakan lahan pertanian di Kabuapten Karo.

“Pemberian bibit untuk tahap awal bibit jagung. Utamanya di empat kecamatan yakni Kecamatan Namanteran, Payung, Tiganderket, dan Simpang Empat,” terangnya.

Dari pendataan yang dilakukan 18 Desember 2013, jumlah lahan pertanian yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung mencapai 29.885 hektare. Lahan itu terdiri dari 20.219 hektare tanaman pangan dan 9.666 hektare tanaman hortikultura.

Tanaman hortikultura yang terkena adalah sayuran seluas 7.088 hektare, buah-buahan 2.569 hektare, dan tanaman hias 9 hektare. Untuk tanaman bawang, cabai, buncis, kentang, kubis, wortel, dan kembang kol yang terkena erupsi seluas 7.084 hektare dan 3.938 hektare diantaranya mengalami puso

Dari jumlah lahan pertanian yang terkena erupsi Gunung Sinabung itu, 1.357 hektare diantaranya mengalami “puso” kerusakan total yang terdiri dari 488 hektare tanaman pangan dan 869 hektare tanaman hortikultura. (ramita harja).
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *