MERDUNYA NYANYIAN TOILET SINABUNG

Puluhan Artis Galang Dana di TIM, Jakarta

Konser puluhan musisi lokal di Jakarta berhasil mengumpulkan sedikitnya Rp82 juta dari lebih 800 penonton untuk membangun toilet di tempat pengungsian lokasi bencana Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumut. Toilet dipilih setelah muncul berita satu kamar mandi dipakai 200 orang di Sinabung.

KONSER diklaim disiapkan hanya dua pekan namun berhasil menyedot antusiasme besar penonton di Jakarta yang membayar Rp100 ribu untuk selembar tiket. Tiket cadangan untuk duduk di tangga teater Kecil Taman Ismail Marzuki bahkan habis terjual karena banyaknya peminat.

“Kami mulanya keluarkan 600 tiket, kemudian tambah jadi 825 tiket karena banyak yang minta,” kata Dita Kurnia, Humas Dewan Kesenian Jakarta setelah konser Minggu (2/2) malam.

Penonton membayar Rp100 ribu untuk tiap lembar tiket dan menyumbang berbagai benda termasuk baju bekas dan popok bayi untuk disalurkan ke Sinabung. ‘’Ini ongkos yang murah untuk konser amal dengan barisan artis, banyak diantara mereka sedang sangat populer,’’ kata Maya Siregar, warga Cilandak, Jakarta Selatan.

“Susah kan lihat artis segini banyak manggung, ini sudah amal nontonnya puas pula,” katanya memuji.

Panitia menyatakan setelah dihitung sumbangan barang mencapai 59 karung besar berisi pakaian, pembalut dan popok, mainan, sepatu, susu dan biskuit bayi, hingga sendok piring untuk makan.

Namun menurut panitia, masih ada jumlah donasi yang belum tercatat karena sebagian penyumbang memilih langsung memberikan amal melalui transfer bank.

Meski nampak tata panggung digarap sangat sederhana, semua penampil dalam konser ‘SingingToilet’ ini kelihatan serius dengan aksi panggung mereka. Penonton yang murah hati, memberikan aplaus berkepanjangan untuk semua penampilan, juga nampak sangat menikmati konsel amal ini.

“Terimakasih untuk Anda yang suka rela menyumbangkan uang untuk tiket nonton malam ini untuk saudara-saudara kita di Sinabung. Juga memberikan energi yang luar biasa positif dan cuma Allah yang bisa membalas,” seru Endah dari duo EndahNRhesa yang tampil sangat ekspresif.

Seperti konser-konser sebelumnya Endah yang jago mengocok gitar bermain sambil miring kiri-kanan, bergantian dengan Rhesa Aditya yang memamerkan kelihaian mengocok bas.

Pasangan suami-istri ini tampil all-out lengkap dengan adegan Rhesa berlutut di depan sang istri dan penonton pun meraung dengan suitan dan tepuk tangan meriah.

“Ternyata merdunya sekali ya ‘SingingToilet’ ya, its a toilet but so good,” Endah bernyanyi dengan lirik yang baru saja dikarangnya di pentas.

Para penampil seperti Payung Teduh, Banda Neira, Float, Altajaru, Dik Doank dan anak-anak Kandang Jurang serta Bonita and the HUS Band ditutup oleh White Shoes and the Couples Company juga mendapat sambutan hangat.

“Ini persiapannya cuma dua minggu lalu lho,” kata Istiqamah Djamad, pentolan Payung Teduh, yang mulanya punya ide menggelar konser.

“Kupikir kita pengamen bisanya cuma begini ya sudah kita kirim kabar sama teman-teman siapa yang mau ikut, eh semuanya sambutannya positif banget,” tambahnya dengan senyum lebar.

Artis paling populer dalam line-up pastilah Glen Fredly, yang manggung minimalis dengan dua lagu. Glen menanggalkan gitarnya saat mendendangkan ‘Black Bird’ milik band legendaris asal Liverpool, Inggris, The Beatles. “Saya sangat ingin pergi ke Sinabung menghibur saudara-saudara kita di sana. Sekarang biar toiletnya dulu saja yang berangkat,” janjinya dari panggung. (bbc/val)
sumber: sumutpos

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *