LETUSAN GUNUNG KELUD: INI ALASAN 7 BANDARA DITUTUP, RATUSAN PENERBANGAN BATAL

Kabar24.com, JAKARTA – Penutupan bandar udara akibat letusan Gunung Kelud meluas tidak hanya di wilayah Jawa Timur.

Kementerian Perhubungan menyatakan tujuh bandara di Pulau Jawa ditutup sementara hingga jangka waktu yang telah ditentukan serta terdapat sebanyak ratusan penerbangan yang dibatalkan akibat erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur.

“Ada sebanyak tujuh bandara yang ditutup sementara akibat letusan Gunung Kelud,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti, di Jakarta, Jumat (14/2/2014).

Herry menyebutkan, ketujuh bandara tersebut ditutup karena erupsi mengakibatkan tersebarnya debu vulkanik yang menghalangi jarak pandang ideal untuk penerbangan.

Selain itu, ujar Herry, debu vulkanik tersebut juga dinilai dapat membahayakan bagi kinerja mesin pesawat yang sedang melakukan penerbangan.

Ia mengemukakan, pihaknya telah mengeluarkan Notice To Airmen yang juga mengakibatkan ditutup sementaranya tujuh bandara.

Secara terperinci, tujuh bandara tersebut antara lain

Bandara Juanda Surabaya, ditutup hingga 15 Februari pukul 06.00 WIB
Bandara Adisumarmo Solo hingga 15 Februari pukul 07.30 WIB
Bandara Adisucipto Yogyakarta hingga 15 Februari pukul 07.30 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang hingga 15 Februari pukul 06.00 WIB
Tunggul Wulung Cilacap hingga 14 Februari pukul 17.00 WIB
Abdurrahman Saleh Malang hingga 15 Februari pukul 07.00 WIB
Husein Sastranegara Bandung hingga 14 Februari pukul 18.00 WIB

Sedangkan untuk penerbangan yang dibatalkan pada Jumat (14/2) ini adalah:

166 frekuensi atau 332 penerbangan di Juanda
14 frekuensi atau 28 penerbangan di Adisumarmo
55 frekuensi atau 110 penerbangan di Adisucipto
38 frekuensi atau 76 penerbangan di Ahmad Yani
8 frekuensi atau 16 penerbangan di Abdurrahman Saleh
12 frekuensi atau 24 penerbangan di Husein Sastranegara

Namun, Dirjen Perhubungan Udara menyatakan bahwa kondisi penetapan ketujuh bandara itu juga masih bisa berubah.

Hal itu tergantung dengan aktivitas kondisi ketinggian abu vulkanis yang masih menyebar.

Ia menuturkan bahwa kondisi yang abu vulkaniknya paling tebal adalah Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur.

Itu teradi karena lokasi bandara Juanda yang berdekatan dengan posisi Gunung Kelud yang meletus.

Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng dan Bandara Ngurah Rai di Bali dinyatakan masih aman karena tidak tertutup abu. (Antara)
SUmber : kabar24

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *