KORBAN TEWAS GUNUNG KELUD JADI 3 ORANG, INI PENYEBABNYA

Kabar24.com, KEDIRI – Korban meninggal terkait letusan Gunung Kelud bertambah dari dua menjadi tiga orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut tiga orang warga meninggal dunia pascaerupsi Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

“Berdasarkan verifikasi data korban dan perkembangan jumlah pengungsi, tiga orang tewas dan 76.388 jiwa mengungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho langsung dari Gunung Kelud dalam rilisnya, Jumat (14/2/2014).

Ia mengatakan, ketiga korban yang meninggal dunia itu merupakan warga Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Ketiga korban itu adalah:

Mbok Nya, 60, warga Dusun Plumbang, meninggal karena sesak nafas akibat abu vulkanik
Sahiri, 70, warga Dusun Ngutut, meninggal karena tertimpa tembok saat menunggu kendaraan evakuasi
Sanusi, 80, warga Dusun Plumbang, meninggal karena sesak nafas saat berlindung di bawah meja

Ketiga korban, jelas Sutopo, tinggal di desa yang berada di radius 7 kilometer dari puncak kawah Gunung Kelud.

Tebal abu di lokasi korban diketahui sampai mencapai 20 sentimeter.

Petugas sampai saat ini juga masih terus melakukan evakuasi, mengingat sebagian warga masih ada yang tinggal dalam radius 10 kilometer.

“Pengungsi banyak yang sudah pulang, khususnya di Blitar sehingga jumlahnya berkurang,” beber Sutopo.

Pihaknya menyebut, saat ini terdapat 76.388 jiwa pengungsi dari lima kabupaten/kota, yaitu:

Kabupaten Kediri 66.139 jiwa
Kota Batu 3.220 jiwa
Kabupaten Blitar 2.070 jiwa
Kabupaten Malang 3.610 jiwa
Kabupaten Tulungagung 1.349 jiwa

Sutopo menambahkan, erupsi Gunung Kelud telah mengeluarkan material sampai 80 juta meter kubik berupa abu dan pasir.

Sampai saat ini, di Gunung Kelud masih terjadi gempa embusan dan tremor secara terus menerus, sehingga status Awas (level IV) masih diberlakukan.

Dengan kondisi tersebut, radius 10 kilometer masih harus steril dari aktivitas warga.

Gubernur Jatim Soekarwo telah menyatakan masa tanggap darurat 13 Februari – 12 Maret 2014.

Pemerintah telah menyiapkan sekitar 350.000 masker untuk warga.

Sutopo menyebutkan, erupsi Gunung Kelud tidak memicu aktifnya gunung api lainnya.

Saat ini, status gunung api di Indonesia diketahui dua berstatus Awas, tiga berstatus Siaga, dan 17 status Waspada.

Sementara itu, diketahui tujuh bandara ditutup akibat masih tebalnya abu vulkanik, yaitu:

Bandara Juanda Surabaya
Abdulrahman Saleh Malang
Adi Sucipto Yogyakarta
Adi Sumarmo Solo
A Yani Semarang
Husein Sastranegara Bandung
Tunggul Wulung Cilacap

Gunung Kelud mengalami erupsi setelah sebelumnya terjadi gempa tremor sampai enam jam pada Kamis (13/2).

Gunung itu dinyatakan erupsi pada pukul 22.56 WIB, setelah statusnya naik dari semula Waspada menjadi Awas.

Perubahan status Gunung Kelud relatif sangat cepat, dari sebelumnya aktif normal berubah menjadi Waspada pada Minggu (2/2).

Status itu berubah lagi menjadi Siaga pada Senin (10/2) pukul 16.00 WIB.

Pada Kamis (13/) pukul 21.15 WIB, status Gunung Kelud berubah menjadi Awas.

Gunung itu pernah meletus sampai 25 kali dalam rentang tahun 1000 sampai 2007, dengan puluhan ribu korban jiwa, maupun materiil.

Gunung Kelud meletus terakhir pada 2007, tapi secara efusif atau tertahan. (Antara)
sumber : kabar24
sinabungjaya.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *