4 PENGUNGSI SINABUNG MELAHIRKAN, 15 LAINNYA HAMIL BESAR

Liputan6.com, Langkat : 4 Ibu hamil korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, melahirkan dengan selamat di lokasi pengungsian. Selain 4 orang itu, masih ada sekitar 15 ibu hamil lainnya yang siap menunggu kelahiran.

“Ada 4 warga pengungsi yang melahirkan di posko pengungsian,” kata Suranta Sitepu, Kordinator posko pengungsi Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Sumatera Utara, Rabu (12/2/2014).

Dia menjelaskan, keempat pengungsi asal Tanah Karo yang melahirkan itu, yakni Lista Boru Ginting, Nawati Boru Kacambi, Marina Boru Surbakti dan Maringi Boru Sitepu. Mereka lahir di lokasi pengungsian Desa Telagah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Sementara, 15 pengungsi yang sedang hamil berat lainnya juga siap untuk melahirkan di lokasi pengungsian, bila kondisi Gunung Sinabung belum juga kembali normal.

Sementara itu, berdasarkan data yang ada, sekarang ini, pengungsi asal Tanah Karo yang berada di posko pengungsian Sei Bingei terdata 726 jiwa atau 225 kepala keluarga. Mereka itu terdiri dari 387 laki-laki dan 339 orang perempuan yang berasal dari desa Kuta Rakyat, Kuta Gunggung, Kuta Mbelin, Kabayaken, Kecamatan Naman Teran Kabupaten Tanah Karo.

Dari 726 pengungsi yang ada, ada 126 balita anak usia 6-17 tahun sebanyak 166 orang, lansia 23 orang dan dewasa 410 orang. Suranta Sitepu yang juga Kepala Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei itu menambahkan, sekarang ini ada 150 orang anak-anak yang mendapatkan pendidikan selama di lokasi pengungsian, agar mereka tidak ketinggalan pelajaran begitu kembali nantinya ke rumah mereka.

Anak-anak itu mendapatkan pendidikan di sekolah dasar 99 orang, 31 orang anak sekolah menengah pertama dan 30 orang lagi mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas yang ada di Sei Bingei.

“Pendidikan anak-anak pengungsi ini juga menjadi perhatian serius, agar mereka tetap tidak ketinggalan pelajarannya selama di pengungsian,” ujarnya.

Bentuk perhatian yang diberikan pemerintah Langkat melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran berupa pemberian baju sekolah, sepatu, tas, maupun peralatan sekolah lainnya. (Ant/Riz/Ism)
sumber : liputan6

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *