PRIA CACAT DI SINABUNG DITINGGAL KELUARGANYA

PVBMG Pasang CCTV

Kabanjahe-andalas Singarimbun, warga Desa Kutambaru, Kecamatan Tiganderket yang mengalami cacat fisik ditinggal mengungsi oleh keluarga dan warga kampungnya. Warga di sekitar kampungnya mengungsi lantaran perintah pengosongan sejumlah desa yang masuk radius bahaya erupsi Gunung Sinabung.

Saat ditemui Minggu (9/2) Singarimbun hidup sendiri di zona bahaya erupsi Gunung Sinabung. Ia menderita cacat bawaan sejak lahir dan tinggal di gubuk di kawasan hutan yang berada di Desa Kutambaru, Tiganderet.

Singarimbun seakan tak mengetahui bahaya yang mengancamnya. Sehari-hari, Singarimbun hanya menggantungkan hidupnya dengan bantuan orang lain. Beberapa warga atau keluarganya sering mengirimkan makanan ke biliknya sewaktu Gunung Sinabung belum erupsi.

Namun, belakangan setelah aktivitas erupsi Gunung Sinabung meninggi, Singarimbun mulai jarang mendapat kiriman makanan. Keluarga Singarimbun hanya sesekali mengirimkan makanan, itu pun jika aktivitas Gunung Sinabung menurun, sehingga warga berani kembali ke kampungnya.”Kami berharap pemerintah segera mengevakuasi Singarimbun untuk mendapatkan perawatan,” kata Bahtera Pelawi, warga Tiganderket.

Pasang CCTV

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memasangan sejumlah kamera pengamat (Closed Circuit Television/CCTV) di gunung-gunung api aktif. Salah satunya di sekitar Gunung api Sinabung.

Hal ini dilakukan untuk mendukung pengamatan visual aktivitas gunung berapi.

“Perangkat CCTV dipasang dari titik pengamatan terdekat dan strategis di gunung api,” ujar Kepala PVMBG Hendrasto di Bandung, Minggu (9/2).

Selain di Gunung Sinabung, CCTV juga dipasang di Gunung Semeru, Bromo, Tangkuban Parahu, Merapi, dan beberapa gunung api di Halmahera. Pemasangan terakhir dilakukan di Gunung Kelud. CCTV tersebut diarahkan ke kawah aktif dan bisa dipantau dari Posko Pengamatan Gunung Api (PGA) setempat untuk mendukung pengamatan menggunakan Seismograf.

Hasil pengamatan seismograf dan CCTV terpantau langsung di Posko PGA setempat, selanjutnya hasilnya dipantau di Crisis Center PVMBG di Bandung Sementara itu, PVMBG juga merekomendasikan agar warga di 15 desa yang berdekatan dengan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo harus tetap mengungsi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat yang diterima di Medan, Minggu (9/2) mengatakan pengungsian itu perlu tetap diberlakukan karena aktivitas Gunung Sinabung masih cukup tinggi.

Tingginya aktivitas Gunung Sinabung tersebut dapat dilihat dilihat dari seringnya kegempaa yang masih didominasi gempa hybrid yang mengindikasikan pertumbuhan kubah lava masih berlangsung. Potensi erupsi yang disertai semburan awan panas masih ada meski intensitasnya dalam beberapa hari terakhir cenderung menurun.

Dengan kondisi itu, satgas penanggulangan erupsi Gunung Sinabung terus memperpanjang masa tanggap darurat hingga 15 Februari 2014, karena gunung berapi tersebut masih dinyatakan dalam status “Awas” (level IV).

Selain itu, PVMBG merekomendasikan agar warga di 15 desa dan 2 dusun yang berdekatan dengan Gunung Sinabung masih harus tetap mengungsi.

Ke-15 desa itu adalah Desa Mardinding, Desa Perbaji, Desa Selandi, Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Gamber, Desa Berastepu, Desa Bekerah, Desa Simacem, Desa Sukanalu, Desa Kuta Tonggal, Desa Sigarang-garang, Desa Kuta Rakyat, Desa Kuta Gugung, dan Desa Kuta Tengah.

Keharusan untuk tetap mengungsi tersebut juga direkomendasikan untuk warga Dusun Sibintun dan Dusun Lau Kawar yang lokasinya berdekatan dengan Gunung Sinabung.

Menurut Sutopo, berdasarkan hasil pendataan terakhir, jumlah pengungsi Sinabung mencapai 32.351 jiwa atau 9.991 kepala keluarga yang tersebar di 42 lokasi pengungsian.

Selain memenuhi berbagai kebutuhan dasar bagi pengungsi yang telah tercukupi dengan baik, BNPB bersama Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) juga menyelenggarakan bimbingan belajar bagi siswa SMP dan SMA menghadapi ujian nasional (UN).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah memberikan bantuan peralatan sekolah, buku pelajaran dan Rp 19,23 miliar beasiswa bagi siswa SD, SMP, SMA, dan mahasiswa dari keluarga pengungsi Sinabung. (starberita/ant/bs/in/ma).
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *