LPMP SUMUT BANTU PULIHKAN PSIKOLOGIS PENGUNGSI SINABUNG

LANGKAT (Berita): Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut Bambang Winarji menyatakan pihaknya akan membantu memulihkan psikologis anak-anak korban erupsi Sinabung dengan konseling traumatik.

“Kami akan memberikan bantuan konseling traumatik melalui widyaswara, yakni tenaga diklat yang ada di LPMP Sumut. Ini supaya para siswa dan mahasiswa yang mengungsi tak kehilangan semangat untuk tetap sekolah,” kata Bambang Winarji usai menyerahkan bantuan bahan pokok makanan dan keperluan lainnya kepada pengungsi korban erupsi Sinabung di Desa Telagah Kecamatan Sungei Bingei Kabupaten Langkat, Jumat (7/2)

Menurut Bambang, yang paling utama adalah memperbaiki psikologis anak-anak usia sekolah korban erupsi Gunung Sinabung. Untuk itu, dalam waktu dekat LPMP melalui kelompok Widyaswara secara bergiliran akan berkunjung ke lokasi pengungsian di Kabupaten Langkat memberikan trauma counseling. Dia menilai siraman rohani dan trauma counseling terutama bagi peserta didik perlu diberikan sebagai motivasi agar tetap semangat belajar dan tabah menghadapi cobaan.

Keluarga Besar LPMP Sumut merasa prihatin dengan adanya musibah tersebut. Bambang melihat bantuan diberikan masyarakat peduli bencana Sinabung semuanya mengarah ke Kabanjahe. Akan tetapi di Kabupaten Langkat, bantuan itu terlewatkan.

Untuk itulah, Keluarga Besar LPMP datang dan memberi bantuan ke lokasi pengungsian di Kabupaten Langkat ini. Apalagi, dari keterangan pengungsi dikatakan bahan stok makanan hanya cukup untuk seminggu ke depan.

Bambang berharap para pengungsi siap menerima musibah ini sebagai tantangan agar hidup ke depan lebih baik. Dia memaklumi situasi dan kondisi di pengungsian tak memungkinkan para siswa dapat belajar dengan nyaman.

“Dalam keadaan yang tidak nyaman dan kondusif ini semoga bisa menjadi motivasi untuk hidup lebih baik lagi ke depan. Pokoknya, anak-anak tak boleh berhenti sekolah,” ujarnya.

Menyahuti imbauan dan harapan Mendikbud ketika meninjau korban bencana Sinabung di Kabanjahe baru-baru ini, LPMP juga mengupayakan bagaimana para peserta didik bisa bersekolah lagi.

Lokasi pengungsian di Desa Telagah Kecamatan Sungei Bingei Kabupaten Langkat dihuni 726 jiwa dengan 255 KK (kepala keluarga). Sedangkan peserta didik mulai tingkat SD hingga kuliah terdata 170 orang. Mereka sudah ditampung di SD Negeri Bekancan, Desa Telagah.

Korban erupsi Sinabung menempati lokasi pengungsian itu sejak 25 Nopember 2013. Bisa dimaklumi rasa jenuh dan tak adanya kepastian akan nasib mereka membuat kondisi jiwa rapuh.

Pada kesempatan itu Keluarga Besar LPMP menyerahkan bantuan kebutuhan bahan pokok berupa beras, mie instan, ikan asin, minyak makan, gula, teh, kopi, sayur-mayur dan bumbu masak, roti. Lalu ada juga biskuit, susu, pampers, kebutuhan wanita. Selain itu LPMP juga memberikan perlengkapan sajadah bagi yang muslim seperti kain sarung, mukena, sajadah, dan buku-buku rohani.

Bantuan senilai Rp75 juta itu diserahkan Kepala LPMP Sumut Bambang Winarji kepada salah seorang pengungsi, disaksikan Kepala Desa Telagah Suranta Sitepu.

Pemberian bantuan itu disambut haru oleh para pengungsi. Kepala Desa Telagah Suranta Sitepu menuturkan, walau berada di pengungsian para pengungsi sudah merasa seperti berada di tempat asal mereka. Itu karena penduduk setempat menerima mereka dengan tangan terbuka.

Dia mengungkapkan, bantuan materi memang mereka butuhkan. Namun mereka juga perlu siraman rohani dengan mendatangkan ulama atau pendeta. Suranta juga menganjurkan semua anak-anak usia sekolah agar tetap bersekolah. Dan, kesadaran para pengungsi untuk tetap menyekolahkan anaknya berakar dari budaya Karo, dan juga suku lainnya. Tujuan utama hidup menurut mereka, walau orang tua susah namun anak harus tetap bisa bersekolah.

Sebelumnya, LPMP meminta data siswa yang mengungsi di Desa Telagah Kabupaten Langkat. Sebab, semua siswa korban bencana erupsi Gunung Sinabung berhak mendapat beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Bambang mengimbau, jika peserta didik di lokasi pengungsian ini belum menerima beasiswa supaya melaporkan ke Kemdikbud melalui dinas pendidikan setempat. (aje).
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *