BEBAS, CORBY TAK BISA PULANG KAMPUNG KE AUSTRALIA SAMPAI 2017

MedanBisnis – Jakarta. Schapelle Leigh Corby telah menghirup udara bebas. Tapi ratu mariyuana itu tidak bisa pulang kampung ke Australia segera. Wanita berumur 36 tahun itu harus berada di Indonesia hingga hukumannya habis pada Juli 2017.
“Iya sampai Juli 2017,” ujar Kalapas Kerobokan Farid Junaedi, Senin (10/2). Corby dikenai wajib lapor seminggu tiga kali.

Corby keluar dari LP Kerobokan pukul 08.15 WITA tadi dengan pengawalan ketat. Sebelum keluar Corby yang dikerubuti jurnalis dan menutupi wajahnya dengan kain, menempelkan sidik jarinya di LP yang dia tinggali selama sekitar 9 tahun.

Corby lalu dibawa ke Kejaksaan dan Balai Pemasyarakatan untuk mengurus surat-surat pembebasan bersyaratnya. Setelah itu, Corby akan tinggal di rumah saudara perempuannya Mercedes di kawasan Kuta, Bali.

Pemerintah Indonesia mengumumkan pembebasan bersyarat Corby pada Jumat (7/2) lalu. Wamenkum HAM Denny Indrayana mengatakan bahwa Corby sebenarnya jatuh masa pembebasan bersyaratnya pada 2011 lalu. Namun baru melengkapi persyaratan pada 15 Januari 2014, sehingga diberikan pembebasan bersyarat pada Jumat (7/2) lalu.

Corby ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Oktober 2004 lalu. Dia kedapatan membawa 4,2 kg ganja.

PN Denpasar memvonis Corby hukuman 20 tahun penjara pada Mei 2005, kemudian dikurangi 15 tahun dalam pengadilan banding pada Oktober 2005. Kemudian ketika kasasi, MA mengembalikan hukuman 20 tahun penjara pada 12 Januari 2006 dan diberi grasi Presiden RI pada Mei 2012 sebanyak 5 tahun. Corby juga mendapatkan berbagai remisi. (dtc)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *