MANTAN KASATPOL PP SUMUT DAN BENDAHARA DIADILI

Medan ( Berita ) : Terdakwa Anggiat Hutagalung mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemprov Sumatera Utara dan Bendahara Paian Sipahutar diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat [07/02], karena kasus dugaan korupsi dana pengelolaan anggaran 2012 sebesar Rp4,8 miliar.

Sidang kasus korupsi itu dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan diketuai Lebanus Sinurat,SH, dan Hakim Anggota, Agus Setiawan,SH, dan Ahmad Derajat,SH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, Maya dalam dakwaannya menyebutkan, perbuatan tindak pidana korupsi dilakukan kedua terdakwa Anggiat dan Paian pada pengelolaan anggaran langsung dan tidak langsung di Satpol PP Pemprov Sumut pada Tahun Anggaran 2012.

Menurut JPU, kelebihan belanja pegawai Rp90 juta, dana Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tidak dibayarkan ke PNS Satpol PP sebesar Rp 19 juta, sisa anggaran pembayaran honor senilai Rp3,2 miliar, dan sisa belanja tidak terduga Rp129,2 juta.

Selain itu, kata JPU, ditemukannya bukti transfer dari bendahara Paian Sipahutar kepada Kasatpol PP Anggiat Hutagalung senilai Rp70 juta, biaya perjalanan dinas ganda dan biaya makan tidak dibayarkan serta pungutan pajak yang tidak disetor senilai Rp210 juta.

“Kedua terdakwa tersebut, dipersalahkan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” kata Maya.

Kuasa hukum terdakwa Anggiat Hutagalung dan Paian Sipahutar, Ahmad Dahlan Hasibuan,SH, mengatakan tidak akan mengajukan eksepsi atau tangkisan atas dakwaaan yang telah disampaikan JPU.

Namun, menurut Dahlan, akan mengajukan pledoi atau pembelaan nantinya pada pembacaaan tuntutan terhadap kedua terdakwa, Anggiat Hutagalung dan Paian Sipahutar. “Pada sidang hari ini (Jumat, 7/2) tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU,” ujar Pengacara/Advokat.

Sidang kasus korupsi tersebut, dilanjutkan Jumat mendatang (14/2) untuk mendengarkan keterangan sejumlah saksi-saksi.

Pantauan pada sidang tersebut, terdakwa Anggiat Hutagalung mengenakan kemeja batik berwarna coklat dan celana coklat dan begitu juga Paian Sipahutar mengenakan kemeja batik warna hijau, serta celana biru dongker. Kedua terdakwa tersebut kelihatan termenung mendengar dakwaan JPU dari Kejari Medan. (ant)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *