PEMULANGAN 13 RIBU PENGUNGSI SINABUNG DITUNDA

Medan-andalas Rencana pemulangan sekira 13.828 jiwa pengungsi yang berasa dari 16 desa di luar radius 5 Kilometer dari kaki Gunung Sinabung masih tertunda. Sejumlah desa tersebut terlebih dahulu harus disterilkan. Selain itu, sebagian masyarakat masih trauma dengan peristiwa 15 orang tewas terkena terjangan awan panas.

Kepala BNBP Syamsul Maarif kepada wartawan, Selasa (4/2) mengatakan masyarakat sampai saat ini tetap tidak diizinkan beraktifitas di zona bahaya. Padahal sebelumnya, ketika ada kabar bisa pulang, pengungsi sudah mempersiapkan dirinya.

“Ada yang sempat melakukan syukuran karena dikira segera pulang. Kami pun masih memantai kondisi psikologis pasca kejadian tersebut” imbuh Syamsul.

Selain itu, BNPB menerapkan program pemberdayaan bagi ribuan warga Kabupaten Karo yang mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung. Dalam pesan singkat diterima di Medan, Selasa (4/2) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan secara umum kebutuhan dasar pengungsi telah dipenuhi dan ditangani dengan baik.

Selaku Komandan Satgas Nasional Penanganan Erupsi Gunung Sinabung, Syamsul Maarif memimpin langsung pengerahan berbagai potensi nasional untuk menangani dampak bencana di Sinabung.

Namun sayangnya, banyaknya bantuan yang diberikan untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung tersebut dinilai ada juga yang menimbulkan ekses negatif. Berdasarkan laporan pejabat di jajaran Pemkab Karo, disinyalemen ada anak-anak yang menjadi malas belajar dan tidak mau diajak kembali ke rumah karena mengalami ketergantungan dengan banyaknya bantuan tersebut.

Kondisi ketergantungan terhadap bantuan tersebut dinilai cukup membahayakan dalam menuju visi bangsa Indonesia yang tangguh menghadapi bencana. “Bantuan seharusnya memberdayakan, bukan menyediakan saja,” katanya.

Untuk mengatasi hal itu, BNPB bersama dengan civitas akademika Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed) menjalankan program pemberdayaan bagi pengungsi Sinabung.

Diantaranya program pemberdayaan tersebut adalah menyiapkan rumah yang disewa untuk dijadikan lokasi bimbingan belajar bagi anak-anak pengungsi Sinabung. Untuk pemberdayaan di bidang ekonomi, BNPB telah menghubungi Kementerian UKM dan Koperasi serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar menjalankan peran dalam pemberdayaan masyarakat Karo.

Ia menambahkan meski aktivitas vulkanik Gunung Sinabung cenderung menurun dibandingkan November hingga Desember 2013, tetapi jumlah pengungsi terus bertambah setiap hari.

Dari pendataan hingga Selasa siang, jumlah pengungsi tersebut mencapai 31.739 jiwa atau 9.915 kepala keluarga yang tersebar di 42 lokasi pengungsian. Jumlah pengungsi tersebut berasal dari 34 desa, dan banyak pengungsi berasal dari daerah yang berada diluar radius lebih dari 5 km dari Gunung Sinabung. (me/ant/bs/ma).
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *