LANGKAT TAMPUNG 716 PENGUNGSI SINABUNG

LANGKAT – Tercatat sedikitnya 716 jiwa warga Kabupaten Karo ditampung di Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai, Langkat, sejak gunung Sinabung mengalami erupsi dan dinyatakan bahaya bagi warga berdomisili di lereng gunung beberapa waktu lalu.

Keseluruhan jumlah dimaksud merupakan kumpulan dari 223 kepala keluarga (KK) dan disyaki kebanyakan warga Desa Kuta Rakyat maupun Kebayaken.

Berdasarkan data dimiliki Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Langkat serta Kecamatan Sei Bingai, belum ada penambahan pasca letusan awan panas yang sebabkan belasan orang meninggal kemarin.

“Hingga kini, belum ada sepertinya tambahan jumlah pengungsi ke kita (Telagah) pascaperistiwa letusan yang mengambil korban kemarin. Sesuai data kita miliki, jumlahnya 716 jiwa dari 233 kepala keluarga,” kata Sekretaris BPBD Langkat, Iwan Syahri, Minggu (2/2).

Iwan menyebutkan, pihaknya melakukan pemantauan terhadap kondisi warga yang berada di pengungsian tersebut, sekaligus memperingatkan tidak coba-coba kembali atau mendekati kampung asalnya masing-masing mengingat status gunung belum dinyatakan aman oleh pemerintah.

Untuk kebutuhan warga selama di pengungsian, diakui dia, mendapat perhatian dari pemerintah. Pun demikian, tidak jarang juga ada pihak-pihak tertentu memberikan sumbangsih kepada pengungsi sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan dalam pendistribusiannya dikoordinir agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak terabaikan.

M Akhyar selaku Camat Sei Bingai menjelaskan hal tak jauh berbeda tentang jumlah pengungsi. Pihaknya mensinyalir, belum ada penambahan jumlah pengungsi di Desa Telagah menyusul adanya letusan gunung yang sebabkan tewasnya belasan orang. (jie)
sumber : jpnn

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *