KEDATANGAN 6 WARGA AGARA KORBAN SINABUNG DIWARNAI JERITAN HISTERIS KELUARGA

KUTACANE (Berita) : Kedatangan korban tewas akibat bencana awan panas Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang berjumlah 6 orang dari Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) diwarnai tangis pilu dari para keluarga dan para kerabat korban serta para mahasiswa di Kutacane.

Berdasarkan informasi yang diperoleh sejumlah media dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (1/2/) menyebutkan seluruh korban tewas yang ditemukan telah dapat diidentifikasi sebanyak 6 orang merupakan warga Kutacane.

Keterangan Sutopo,mengatakan,kolom erupsi saat itu mencapai ketinggian 2 km dan jangkauan awan panas ke arah Tenggara-Selatan sejauh 4,5 km. Desa Sukameriah, Bekerah dan Simacem adalah desa-desa yang berada di radius 3 km di sisi Tenggara-Selatan bukaan kawah Sinabung dan “Semua korban meninggal dan luka tersapu awan panas di Desa Sukameriah di radius 3 km. Berikut adalah nama 6 korban warga Kutacane yang tewas akibat awan panas Gunung Sinabung,diantaranya :

1. Santun Siregar (22), Mahasiswa STiKes Nurul Hasanah Kutacane,warga Desa Lumban Silo Kecamatan Deleng Pokhison.

2. Fitriani Napitupulu (19),mahasiswa UGL Kutacane,Aceh Tengara
3. Asran Lubis (21),mahasiswa UGL Kuta Cane,Aceh Tenggara

4. Marudut Brisnu (25),mahasiswa UGL,warga Desa Kuta Tengah Aceh Tenggara
5. Daniel Siagian, mahasiswa UGL Kutacane,Aceh Tenggara

6. Julpiandi Mori Siregar (21), mahasiswa STKIP Biologi-UGL, warga Desa Lawe Bekung Kecamatan Badar Kutacane.

Menurut,informasi dari salah satu mahasiswa UGL,Pajriansyah,didampingi sejumlah pengurus PEMA UGL,mengatakan,kedatangan para korban awan panas Gunung Sinabung warga Kutacane itu,tiba di Aceh Tenggara, pada subuh pagi dengan menggunakan berbagai mobil ambulance dari RS Kabanjahe, informasi yang kita terima kepergian rekan-rekan mahasiswa UGL itu mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kutacane, bahkan 6 korban itu merupakan mahasiswa aktif di Kutacane yang tergabung di GMKI cabang Kutacane, jelas Pajri aktivis mahasiswa UGL itu.

Sementara itu, pengamatan,Berita,Minggu (2/2/) secara langsung dilokasi rumah duka, Julpiandi Mori Siregar di Desa Lawe Bekung Kutacane, tampak jelas keluarga Alm. Julpiandi menjerit histeris melihat kondisi jasad anaknya yang tewas akibat awan panas saat meletusnya Gunung Sinabung, bahkan Rostina Br.Manurung orang tuanya tak henti-hentinya menangisi kepergian anaknya yang masih mengemban bangku kuliah di STKIP Biologi-UGL Kutacane itu.

Sedangkan dilokasi terpisah, dirumah duka, Santun Siregar,(22),yang berada di Lumban Silo Kecamatan Deleng Pokhison, tampak sangat ramai dikunjungi para mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kutacane dan para alumni dan siswa sekolah SMA Perisai Kutacane. Menurut, Andre Sembiring Warga Kutacane Mahasiswa UMSU Sumatera Utara, sosok alm. Santun Siregar merupakan salah satu siswa di SMA Perisai Kutacane yang pro aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler semasa disekolah SMA Perisai dulu.

Santun Siregar masih sebagai mahasiswa STIkes Nurul Hasanah Kutacane. Melihat kondisi jasad Santun Siregar, membuat ibunya, G.Br Siahaan menjerit histeris tak henti disamping peti matinya. Salah satu sanak keluarga Santun sempat, mengatakan kepergian Santun Siregar bersama rekan mahasiswa yang tergabung di GMKI Kutacane itu sudah sejak,Kamis (30/1) untuk membantu para korban di Gunung Sinabung,namun tak disangka ternyata pada Sabtu,Santun tewas dan pergi mendahului kami menghadap Tuhan. Menurut informasi yang berhasil dihimpun jasad para korban awan panas Sinabung itu akan dikuburkan hari ini, Senin (3/2). (jp/aie)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

3 Responses to KEDATANGAN 6 WARGA AGARA KORBAN SINABUNG DIWARNAI JERITAN HISTERIS KELUARGA

  1. Pingback: dark fox market

  2. Pingback: marijuana dispensaries that ship nationwide

  3. Pingback: liquid lsd for sale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *