BESOK , THOMAS MILALA KEMBALI KE PELUKAN SINABUNG

Thomas Milala (27), mahasiswa STIK-P angkatan 2010 yang tewas akibat awan panas Gunung Sinabung di Desa Suka Meriah, Kabupaten Karo telah dijemput pihak keluarganya, Sabtu (1/2/2014) sekitar pukul 23.00 WIB.

Thomas yang tercatat turut tewas bersama rekannya Rizal Syahputra (33) yang juga merupakan mahasiswa STIK-P angkatan 2006 ini tewas saat mereka sedang membuat film dokumenter dan pameran foto yang direncanakan untuk penggalangan dana untuk korban Sinabung.

Jenazah Thomas sendiri akan dikebumikan di kampung halamannya di Tiga Binanga, Desa Pasar Baru, Kabupaten Karo pada, Senin ( 3/2/2014) siang.

“Saya dapat kabar dari kawan yang berada disana jenazah korban sudah dijemput keluarganya dan rencananya akan dimakamkan dikampung halamannya. Jenazah dimakamkan secara adat di sana,” ujar rekan korban sesama mahasiswa STIK-P, M Rizki, Minggu (2/2/2014) sore.

Dikatakannya, Thomas merupakan sosok yang aktif dalam kegiatan mahasiswa pencinta alam.

” Tahun 2005, almarhum pernah menjadi simpatisan pada acara UKM pencinta alam Akonak di STIK-P. Hingga 2010 dirinya pun masuk ke kampus tersebut dan selalu aktif dengan kegiatan pencinta alam yang diadakan kampus STIK-P,” ujarnya.

Selamat Jalan Ranger Sinabung
Thomas Milala, berprofesi sebagai fotografer lepas. Dulu, ketika Sinabung masih kokoh dalam keanggunannya, Thomas hampir lima tahun mendaulat dirinya sebagai Ranger yang mengawasi dan membimbing para pendaki.

Dengan rambut gimbal, Thomas sejak dulu dikenal cukup peduli dengan langkah menyelamatkan orang-orang yang tersesat ketika dalam pendakian.

Ia pernah tercatat sebagai relawan yang menemukan Frans Resch, warga negara Austria. Dan terakhir, ikut berperan menemukan wartawan asal Jepang, Yamada. Kemarin, takdir berkata lain. Ia menghembuskan nafas terakhir di Gunung Sinabung yang disayanginya.

Di mata teman-teman penggiat alam, seperti Taufik Sanusi, Thomas memang getol dalam upaya penyelamatan lingkungan dan alam. Sejak dulu, kala masih bersama di Lau Kawar. Taufiq mengaku sangat kehilangan sahabat yang banyak memberikan pengabdian bagi lingkungan hidup di Kabupaten Karo. Demikian seperti dilansir metrosiantar.com. [ded]
sumber : medanbagus

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *