APRIL, SINABUNG KONDUSIF

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif, memerkirakan, Gunung Sinabung kembali kondusif dua bulan lagi. Namun, empat tahun sekali, gunung di Kabupaten Tanah Karo itu bakal meletus.
“Berdasarkan prediksi dari pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gunung Sinabung bakal kembali normal dua bulan lagi. Tapi, empat tahun sekali akan meletus,” ungkapnya dalam Diskusi Publik Forum Redaktur Sumatera Utara bertajuk “Dampak erupsi Gunung Sinabung dan Permasalahannya, di lantai dua Gedung PWI Sumut, kawasan Jalan Parada Harahap Medan, Selasa (28/1).

Ia mengklaim, sejumlah langkah penanganan lanjutan telah disiapkan untuk para pengungsi. Salah satunya, merelokasi tempat tinggal mereka. Hanya saja, masih
banyak pengungsi yang memilih tetap bertahan di lokasi semula. “Hingga kini, kita masih berupaya membujuk para pengungsi agar bersedia direlokasi,” ujarnya dihadapan Wagubsu, HT Erry Nuradi MSi, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Parlindungan Purba SH MM, Sekjen Asosiasi

Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Laksamana Adiyaksa, serta para Pemimpin redaksi media massa cetak maupun elektronik di Medan.
Komandan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Erupsi Sinabung ini juga menyatakan, penanganan Sinabung telah menelan dana Rp 50 miliar. Menurutnya, pemerintah akan menambah dana sesuai permintaan daerah setempat. “Berapa pun dana yang diminta akan dipenuhi pemerintah dengan persyaratan bahwa jumlah pendanaan termasuk dana dari BNPB, Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara serta harus diverifikasi oleh tim independen,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Syamsul Maarif juga menegaskan, pemerintah pusat serius dan tidak menganaktirikan penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung. Dijelaskannya, setelah kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabanjahe beberapa waktu lalu, pihaknya segera mengambil langkah-langkah sesuai arahan Presiden RI. “Pembenahan jambur dilakukan dengan penipisan jumlah pengungsi dengan menambah 38 jambur. Kita juga menginstruksikan jajaran baik BNPB dan dinas-dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten untuk mengoptimalkan bantuan dan pelayanan lain seperti kesehatan lingkungan, sanitasi, air bersih, pelayanan kesehatan, MCK, makanan, dan lainnya di setiap jambur,” tuturnya.
Di bidang pendidikan, kata Syamsul Maarif, pihak Kemendikbud akan memberikan beasiswa Rp 450.000 per orang untuk 2.815 pelajar SD, Rp 750.000 per orang untuk 2.052 pelajar SMP, dan Rp 1 juta per orang untuk 1.141 pelajar SMA yang terdampak erupsi Sinabung. Untuk mahasiswa, masih dilakukan pendataan jumlahnya dan direncanakan menerima bantuan senilai Rp 2,5 juta per orang. Selain itu, pihak Kemendikbud juga akan menyerahkan seragam sekolah, buku pelajaran, perlengkapan sekolah, tenda belajar, dan program trauma counseling. Total bantuan sementara yang akan disalurkan Rp 4,6 miliar. “Bantuan ini akan diserahkan kepada para siswa setelah tanggal 7 Februari 2014 melalui Dinas Pendidikan Tanah Karo,” sebutnya.
Lebih lanjut dikemukakan, di sektor pertanian, pihak Kementerian Pertanian telah menyiapkan bibit bagi para petani apabila mereka ingin menanam bibit sayuran seperti cabe, tomat, ubi, kentang, dan jeruk untuk lahan sekitar 508 ha dan kopi untuk lahan sekitar 65 ha. Peralatan pertanian juga telah diserahkan dari Menteri Pertanian kepada Bupati Karo berupa pompa air, kultivator, dan hand traktor yang masing-masing berjumlah 20 unit. Khusus pemberdayaan masyarakat, dilakukan melalui cash for work (padat karya) dan telah dimulai untuk 2.000 Kepala Keluarga (KK) di 13 titik terhitung mulai Sabtu, 25 Januari 2014. “Bantuan diberikan Rp 50.000 per kepala keluarga per hari. BNPB menggandeng BRI untuk penyaluran dananya ke warga yang bekerja agar transparan,” tukas Syamsul Maarif.
Sebelumnya, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) antara Ketua PWI cabang Sumut, Drs Muhammad Syahrir, dengan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Dr Asren Nasution, tentang pengurangan risiko bencana di wilayah Provinsi Sumut. Ketua PWI Sumut, Drs Muhammad Syahrir, mengemukakan, kegiatan kerjasama meliputi penyebarluasan kepada publik informasi pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Kemudian, penyelenggaraan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan menulis informasi terkait bencana dan atau pelatihan bentuk lain, serta penyelenggaraan penelitian bersama terkait upaya pengurangan risiko bencana.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, mengapresiasi Forum Redaktur Sumut. Ia berharap, forum ini mampu berkontribusi memberi pencerahan dan inspirasi kepada semua pihak terhadap berbagai hal yang dibahas dengan mengangkat topik aktual di tengah masyarakat. “Forum Redaktur Sumut ini sangat penting terutama untuk menumbuhkan sense of belonging atau rasa memiliki terhadap daerah. Sumut ini milik kita semua, bukan Pemprovsu. Karena itu, kelebihan dan kekurangan daerah ini kita benahi dan kita kelola secara bersama,” harapnya. (Fey).
sumber : jurnalasia.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to APRIL, SINABUNG KONDUSIF

  1. Pingback: weed for sale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *