MINI MARKET, KEMBALIKAN UANG RECEHKU!

Rasanya, hampir semua konsumen pernah mengalami hal ini. Saat membayar ke kasir apa yang dibelanjakan, si kasir tak utuh mengembalikan sisa pembayaran. Ada berganti permen, karena katanya tak ada uang kecil. Dan kini ada dalih lain, sisa kembalian untuk disumbangkan. “250 rupiahnya disumbangkan ya, pa/bu?”. Jika konsumen mengangguk, si kasir tersenyum seraya mengeluarkan struk belanja yang pada catatan paling bawah tertera “Peduli sesama: Rp 250”, atau tergantung nominal yang disumbang si konsumen.

Mengganti uang kembalian dengan permen ada larangan dan sanksinya. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang menyatakan, seberapa pun kecil nilai kembalian dalam setiap transaksi, tetap harus menggunakan alat pembayaran yang sah. Sementara permen bukanlah alat pembayaran yang sah dan belum tentu senilai dengan nominal uang yang menjadi hak konsumen.

Sanksi lebih tegas lagi dituangkan dalam UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 yang menyatakan bahwa pengusaha ataupun pedagang yang mengganti uang kembalian dengan permen bisa dijerat ancaman sanksi maksimal 2 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Tak mau direpotkan dengan sanksi UU tersebut, lantas sejak beberapa tahun belakangan, sejumlah toko swalayan yang semula memberikan kembalian permen tidak berani lagi menerapkan hal itu. Meski kadangkala masih ada yang nekat melakukan, lagipula dari konsumennya pun seolah tidak mempermasalahkan atau juga bersikap permisif.

“Jumlah sumbangan yang diminta kepada konsumen tidaklah pernah di atas Rp. 1000. Paling tinggi uang receh kembalian senilai Rp 100 hingga Rp 500,” kata Pratiwi, bukan nama sebenarnya, kepala minimarket di kawasan Mandala By Pass Medan, kepada MedanBisnis, belum lama lalu.

Itu pun, jelasnya, si kasir harus harus bertanya dulu pada konsumen. Bila setuju ya disumbangkan dengan bukti yang tercantum di struk belanja. Tapi kalau tidak setuju,uang receh yang menjadi hak konsumen tetap dikembalikan.

Ke mana akan disumbangkan? Menurut Pratiwi, beberapa tahun lalu pihak mini market bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia. Namun setelah masa kespakatan habis, maka sejak 1 November 2013 hingga 13 April 2014, bekerja sama dengan UNICEF.
Seperti apa perjanjian kerja samanya, Pratiwi tidak paham. Dia bilang, yang tahu soal itu adalah atasannya yang berada di kantor cabang di kawasan Tanjung Morawa. Setelah dikumpul di Tanjung Morawa, selanjutnya dana sumbangan itu diserahkan ke kantor pusat di Jakarta.

“Setelah itu, setiap mini market yang sama akan mengumumkan jumlah sumbangan yang sudah terkumpul, berikut foto pada saat penyerahan sumbangan. Kita cantumkan berapa jumlah sumbangan yang sudah terkumpul sama foto bos kita waktu serahin sumbangan. Di program acaranya pun kita tampilkan. Jadi konsumen tahu kalau uang mereka memang benar-benar untuk disumbangkan,” paparnya lalu menunjuk bukti pada MedanBisnis, dengan melihat tayangan televisi di mini market tersebut, tentang acara penyaluran bantuan dari pihak mini market kepada pihak yang menerima.

Namun apakah benar si penerima bantuan di acara tersebut pihak Unicef, tidak jelas keabsahan dan transparansinya. Si Pratiwi pun pasti tak mampu menjawab jika ditanya apakah ada pihak yang mengaudit kantor pusatnya menyangkut jumlah total sumbangan yang terkumpul dan yang disalurkan.

Daripada menyumbang tapi hati dongkol lantaran tak jelas kaum duafahnya, lebih baik konsumen minta saja kembalian recehnya. Paling si kasir jadi merengut, atau kasak-kusuk mencari uang receh ke teman kasir di sebelahnya. Kalau tak ada juga, disuruhnya satpam swalayan itu untuk mencarinya entah kemana, sehingga antrian pun semakin panjang dibelakang Anda. (zulfadli siregar/Sri Mahyuni)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to MINI MARKET, KEMBALIKAN UANG RECEHKU!

  1. Pingback: 5 Simple Steps To Creating Growth With A Gaming Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *