HAGIA SOPHIA, DI MANA MESJID DAN GEREJA ADA DI TEMPAT YANG SAMA

Rumahkayu, Tak banyak tempat yang pernah menjadi gereja dan mesjid sekaligus.

Dan Hagia Sophia di Istanbul, Turki, adalah bangunan istimewa semacam itu.

Hagia Sophia dibangun pada abad ke enam. Dirancang oleh dua ilmuwan Yunani yakni Isidorus yang seorang fisikawan , dan Anthemius, seorang ahli matematika .

Hagia Sophia, dalam bahasa Yunani Ἁγία Σοφία artinya adalah Kebijaksanaan Suci. Aslinya dibangun sebagai sebuah gereja Ortodoks atas perintah Kaisar Justinianos.

Pembangunan Hagia Sophia memakan waktu lima tahun sepuluh bulan. Mulai dibangun pada bulan Februari 532 M.

Hagia Sophia resmi digunakan sebagai Gereja Ortodoks pada bulan Desember 537 M. Selama kurun waktu lebih dari 900 tahun sejak tahun 537 M hingga 1453 M, tempat itu berfungsi sebagai gereja Ortodoks Timur, Patriarkat Konstantinopel, kecuali antara tahun 1204 dan 1261, tempat itu merupakan katedral Katolik Roma di bawah Kekaisaran Latin.

Pada tahun 1453 M, ketika Ottoman Turki berkuasa, atas perintah Sultan Mehmed II, gereja Kristen Ortodoks ini dialih fungsikan menjadi sebuah masjid dan pada saat itulah, empat buah menara ditambahkan pada bangunan unik berkubah besar ini.

Sejak saat itu hingga tahun 1931, selama lebih dari 400 tahun tempat tersebut berfungsi sebagai masjid.

Tempat itu kemudian ditutup selama empat tahun dan pada tahun 1935 kemudian dibuka kembali sebagai sebuah museum.

Bangunan Hagia Sophia terdiri dua lantai, dan berpusat pada sebuah ruang besar yang memiliki langit-langit kubah besr dan kecil.

Dinding bangunan ini dihiasi oleh mosaik- mosaik bergambar Yesus , Bunda Maria, para Malaikat, yang bersanding dengan tulisan besar berhuruf Arab. Jejak tertinggal yang menunjukkan bahwa tempat ini pernah digunakan sebagai tempat ibadah umat Kristen dan Muslim.

Tentang gambar- gambar itu, ada yang menarik dengan gambar Malaikat di dinding Hagia Sophia, yakni gambar salah satu malaikat masih tertutup mukanya sementara satu gambar Malaikat lain di dinding yang berseberangan tampak terlihat mukanya.

Pemandu wisata kami mengatakan bahwa gambar muka malaikat yang telah ditampakkan itu terbuka dengan cara yang ajaib, yakni terdapatnya tetesan air di area dinding dimana gambar malaikat tersebut berada, yang kemudian menghapus gambar penutup muka malaikat tersebut dan menampilkan muka di baliknya.

Penikmat sejarah dan arsitektur, terutama bangunan- bangunan kuno, sungguh akan merasa dimanjakan dan terkagum- kagum dengan keindahan tempat ini.

Detail mozaik di dalam bangunan itu, cahaya yang menerobos masuk dari jendela kaca di kubah, ukiran, lampu- lampu dan kekunoan yang memikat sungguh merupakan kombinasi keindahan luar biasa.

Keluar dari bangunan, ketakjuban itu belum juga habis, sebab gambar- gambar dan peninggalan masa lalu masih ada.

Bata- bata tua, dengan jam matahari juga ada di halaman belakang Hagia Sophia ini.
Seperti biasa dalam sebuah kunjungan wisata, waktu yang tersedia terasa terlalu singkat untuk bisa menikmati semuanya. Bagaimanapun, keindahan tempat itu terserap dalam dan terus terpaku dalam ingatan …
sumber : kompasiana

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *