SBY TAWARKAN PERESMIAN KNIA PADA FEBRUARI

Medan-andalas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menawarkan peresmian Bandar Udara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang dapat dilaksanakan pada bulan Februari 2014.

Hal itu terungkap saat SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama sejumlah menteri kabinet Indonesia bersatu jilid II mengunjungi sejumlah bagian bandara kebanggaan masyarakat Sumut tersebut, Jumat (24/1).

SBY meninjau bagian check-in Bandara Kualanamu. Setelah itu juga mengunjungi bagian avron dan beberapa bagian dalam Bandara Kualanamu untuk melihat perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi udara tersebut. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai fungsi setiap bagian bandara, Presiden tampak merasa puas dengan perkembangan KNIA.

Dirut PT Angkasa Pura 2 Tri Sunoko mengatakan, tawaran jadwal peresmian langsung disampaian SBY saat berdialog singkat dengan dirinya. Untuk mempertimbangkan tawaran tersebut, Presiden Yudhoyono mempersilahkan PT Angkasa Pura 2 untuk mempelajarinya dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Awalnya ditanya waktu kesiapan untuk diresmikan, saya bilang tergantung keputusan dari Bapak. Beliau bilang bagaimana kalau sekitar Februari, coba dipelajari,” katanya.

Untuk itu, kata Tri, pihaknya akan mempelajari dan membahas kesiapan peresmian Bandara Kualanamu dengan Kementerian Perhubungan dan Pemprov Sumut.

Ketika ditanya tentang kesiapan PT Angkasa Pura 2 terhadap tawaran peresmian pada bulan Februari tersebut, Tri Sunoko menegaskan pihaknya selalu siap terhadap keputusan pemerintah.

“Kita harus siap, ya harus siap,” katanya.
Ia mengatakan, pihaknya tidak ada membahas tentang masalah pembebasan lahan yang menghambat kelancaran pembangunan jalan arteri menuju Bandara Kualanamu.

“Kita tidak membicarakan itu. Mungkin dengan pak Gubernur (Sumut Gatot Pujo Nugroho),” katanya.

Pihaknya menyarankan media untuk mempertanyakan masalah yang masih membelit pembebasan lahan untuk pembangunan jalan arteri itu ke pemerintah daerah. “Nanti saya ngomong malah salah pula, dimarahi pak gubernur pula,” katanya.

Untuk merealisasikan peresmian tersebut, Presiden Yudhoyono mengingatkan untuk mengantisipasi berbagai pengembangan lebih lanjut dan melengkapi seluruh sarana agar pelayanan lebih lancar.

Tri Sunoko juga menjelaskan KNIA dipersiapkan khusus untuk melayani penerbangan rute jaringan internasional untuk bandara pengumpul (hub) di negara-negara yang terdapat di kawasan benua Asia.

“Bandara Internasional Kualanamu dipersiapkan bagi hub untuk maskapai yang melayani penerbangan internasional terutama ke kota-kota di Asia dan Timur Tengah,” katanya.
Menurut Tri, tercatat beberapa maskapai asing sudah membuka penerbangan internasional dari Bandara Internasional Kualanamu.

Ia mengemukakan bahwa sejumlah maskapai yang telah membuka rute penerbangan tersebut antara lain Mihin Lanka yang berbasis di Sri Lanka.

“Beberapa maskapai asing lainnya juga akan membuka penerbangan dari dan ke bandara ini,” ujar Tri.

Sementara Ibu Ani Yudhoyono mengungkapkan kekagumannya terhadap kebesaran dan kemegahan KNIA. “(Bandara ini) luar biasa,” katanya di stasiun kereta bandara usai menanam pohon di taman Zona B Bandara Kualanamu, Jumat perang.

Menurut Ani Yudhoyono, Bandara Kualanamu sangat megah dan besar karena bisa melayani penumpang dalam jumlah banyak. Pihaknya mengharapkan pembangunan berbagai infrastruktur di Bandara Kualanamu dapat segera diselesaikan agar dapat memberikan pelayanan lebih maksimal.

“Semoga segera bisa dioperasikan,” katanya.

Untuk menimbulkan kenyamanan bagi penumpang, Ibu Negara berharap seluruh aparatur bandara, termasuk masyarakat dapat menjaga kebersihan infrastruktur transportasi udara tersebut.

Ketika akan memasuki stasiun kereta api bandara, Presiden Yudhoyono melambaikan tangannya kepada masyarakat sambil mengucapkan kalimat “Terima kasih Kualanamu”.

Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono memeriksa sekaligus mencoba sarana toilet yang terdapat di stasiun kereta api bandara. Setelah itu, Presiden Yudhoyono didampingi Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II menuju bagian lounge sambil menunggu jadual keberangkatan kereta api menuju Kota Medan.

Tanam Pohon

Disela-sela kunjung di KNIA, Presiden SBY dan Ibu Negara menanam pohon di taman zona B KNIA Bandar Udara Internasional Kuala Namu, Jumat (24/1). SBY menanam pohon kenari, diikuti Ani Yudhoyono yang menanam pohon jenis mahoni yang disaksikan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Dirut PT Angkasa Pura 2 Tri S Sunoko, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan, dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.

Setelah lubang untuk penanaman pohon itu ditutup dengan tanah, Ibu Negara membawakan air untuk Presiden SBY guna disiramkan ke pohon yang baru saja ditanam. Air yang diambilkan Ibu Negara tersebut disiramkan ke pohon kenari yang baru ditanam.

“Semoga berkah ya,” kata Presiden Yudhoyono disambut tepuk tangan undangan yang menyaksikan penanaman pohon itu.

Setelah Presiden Yudhoyono, Ibu Negara melaksanakan penanaman pohon yang berjarak sekitar tujuh meter dari pohon yang ditanam oleh Kepala Negara.

Dirut PT Angkasa Pura 2 Tri S Sunoko mengatakan, penanaman pohon itu, untuk penghijauan, sebagai bagian dari upaya menciptkan Bandara Kualanamu sebagai “eco-airport”.

Sebagai kelanjutan dari program tersebut, pihaknya akan menanam lagi pohon-pohon di area Bandara Kualanamu untuk semakin menghijaukan infrastruktur transportasi udara setempat.

“Nanti, pohon yang akan ditanam jenis trembesi,” katanya.

Lokasi yang ditanam pohon trembesi tersebut, akan dicari dan ditentukan manajemen Bandara Kualanamu, sesuai dengan potensi yang ada. (ril/ant)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *