BILANG-BILANG BERU BARUS: SAPO PENUH DEBU

Oleh: Elisabeth Barus (Medan)

Turang
kini ku lelah menunggumu
di sebrang jalan penuh debu
di teras sapoku yang telah hampir rubuh

Turang
seluruh juma di kuta kita
kini menyajikan pemandangan memilukan
semua kuta telah kosong
hingga kebisuan kuta kita membuatku tuli

Turang
sampai kapankah ku harus menantimu
di samping sapo terulang berdebu ini?

Turang … turang ningku turang…
tedehku bagai sayatan piso pengires mbako
tajam menyayat relung pusuhku

Turang
kapankah tanah ini kembali menghijau

Turang
kapankah perjumpaan mesra itu terjadi?
apakah mungkin
kerangen tempat kita kiranting ndube
akan kembali?

Turang … turang ..
aloi kel aku..
andiko tedehku e turang
nangdangi deleng meratah si mejile
lanai kel terampu aku tedehku e
turang ningku turang
sumber : sumber : sorasirulo

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo, Puisi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *