KEPALA DAERAH, PENGUNGSI, GUNUNG SINABUNG DAN PENUNGGANG (KUDA)

Rudi Salam Sinulingga, Dunia ini diciptakan dengan berbagai keunikan tersendiri di dalamnya. Di dalam dunia yang penuh dengan keunikan ini, manusia tinggal di daerah yang mempunyai karakteristik wilayah, budaya dan pribadi yang berbeda pula. Manusia tinggal di dalam daerah yang di dalamnya ada banyak keunikan, kemajemukan dan setiap perbedaan yang ada. Manusia tinggal dan hidup di tempat di mana mereka dapat nyaman berdiam diri, bekerja dan menghasilkan sumber daya alam yang nantinya dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga dan meneruskan masa depan mereka.

Di antara banyaknya daerah dengan segala keunikan itu, Tanah karo merupakan salah satu yang di dalamnya terdapat banyak keragaman, keunikan dan sumber daya alam yang sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Tanah karo merupakan salah satu daerah dataran tinggi di Indonesia dengan iklim sejuk, merupakan daerah penghasil sumber daya alam, berupa buah dan sayuran yang sudah dipasarkan ke luar daerah. Tanah karo dengan segala keunikan itu menjadi salah satu daerah yang sangat beruntung karena tanahnya yang subur.

Salah satu karakteristik dari tanah karo adalah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Kedua gunung ini merupakan jenis gunung berapi yang di sekitarnya didiami oleh masyarakat untuk bertani. Gunung menyimbolkan tempat pertahanan, tempat keselamatan dan tempat di mana Manusia bertemu dengan Tuhan-Nya. Gunung merupakan gambaran dari keselamatan manusia yang dianugerahkan Tuhan kepada umat-Nya.

Tanah karo yang dipimpin oleh seorang kepala daerah (bupati) sekarang ini sedang menghadapi erupsi gunung sinabung. Erupsi gunung sinabung ini memaksa sedikitnya 22 ribu jiwa harus mengungsi ke tempat pengungsian. Sebagian besar dari mereka mengungsi di balai desa, rumah ibadah dan tempat pengungsian lainnya. Gunung sinabung menyemburkan debu, lumpur panas ke pemukiman warga yang dekat dengan gunung tersebut. Akibatnya, masyarakat sekitar harus lebih sabar tinggal di pengungsian untuk sementara waktu sampai nantinya ada perintah resmi dari dinas yang berwenang memberikan aba-aba jika para pengungsi dapat kembali ke desa mereka.

Erupsi gunung merapi ini sudah sangat menjadi masalah besar bagi sebagian besar masyarakat di tanah karo. Bagaimana tidak, selama beberapa bulan di pengungsian, para pengungsi haru merelakan segala harta bendanya tinggal di desa, terjadinya gagal panen dan tanaman yang rusak akibat erupsi gunung sinabung tersebut. Sampai kapan para pengungsi dapat bertahan? Para pengungsi sudah menjadi korban dari erupsi gunung merapi. Dan Gunung sinabung yang menjadi bagian dari alam menunjukkan keperkasaaannya yang sudah meletus sampai ratusan kali, menyelimuti bumi dengan debu dan membasahi bumi dengan lumpur panas serta menerangi bumi dengan api pijar yang dikeluarkannya.

Berbagai organisasi, entah dari dinas sosial, gereja, perusahaan serta per individu sudah mengulurkan tanggannya untuk membantu para pengungsi. Dengan bantuan tersebut, kiranya dapat mengurangi beban yang saat ini sedang dialami oleh ribuan pengungsi. Erupsi gunung Sinabung memberikan pengalaman bagi masyarakat, terutama masarakat yang berada di pengungsian, hidup di dalam kesesakan dan hidup di dalam kekurangan, sementara anak-anak mereka yang menuntut ilmu di luar daerah mengharapkan kiriman untuk biaya hidup setiap bulannya.

Di samping permasalahan akibat erupsi gunung Sinabung yang sudah membawa masalah di tengah masyarakat, situasi politik pun memanas. Kepala daerah diminta mundur dari jabatannya. Ada upaya pemakdjulan bupati yang ditengarai akibat kurangnya perhatian kepala daerah terhadap pengungsi, di samping masalah lama yang sudah diisukan, yakni pemalsuan ijazah ketika mencalonkan diri sebagai bupati. Dengan rentetan masalah ini, para pengungsi pun menumpahkan kekecewaannya dengan cara berdemonstrasi dan meminta bupat tanah karo agar segera mundur dari jabatannya. Siapakah yang mengerahkan pengungsi ini ketika berdemonstrasi? Adakah kelompok yang mengorganisir pengungsi ketika mereka berdemonstrasi meminta bupati untuk turun, dan berusaha mengambil keuntungan dari kejadian tersebut? Apakah ada lawan politik dari bupati yang sengaja menyelam di tengah lautan demonstrasi pengungsi tersebut? Nantinya hal itu pasti akan terjawab. Apakah pengungsi dengan kesadaran sendiri melakukan demonstrasi dan hanya berfokus kepada kurangnya perhatian bupati terhadap nasib para pengungsi tersebut? Pasti ada banyak opini yang timbuk ke permukaan.

Erupsi gunung sinabung berjalan seiring isu politik di tanah karo. Erupsi gunung sinabung yang berasal dari alam, sementara isu politik berasal dari hasil pemikiran masyarakat setempat yang berusaha untuk keluar dari segala keterpurukan hidup yang sedang mereka hadapi. Erupsi gunung sinabung mengeluarkan energinya dan menunjukkan keperkasaannya melampaui tenaga manusia dengan semburan debu, lumpur panas dan pijar api. Sementara gejolak politik yang timbul ditunjukkan dengan memanasnya politik untuk melengserkan bupati tanah karo dari jabatannya. Yang menjadi pertanyaan, adakah perubahan paradigm di tengah masyarakat, atau hanya sekedar membuat sensasi, sehingga isu politik di tanah karo ini juga sudah diangkat ke tingkat nasional melalui berita yang ditayangkan di stasiun televise dan juga media cetak lainnya?

Walaupun fenomena alam meletusnya gunung sinabung, hendaknya masyarakat juga tidak mengabaikan logika berpikir, dan senantiasa berpikir secara komprehensif agar mampu membuat afirmasi yang lebih efektif. Setiap distingsi yang ada di tengah masyarakat hendaknya dikomunikasikan secara komunal dan mengedepankan sisi etis dari tindakan yang dilakukan. Masyarakat hendaknya tidak diorganisir si penunggang kuda tersebut, sehingga arah yang sedang mereka tuju memang benar-benar untuk kepentingan rakyat banyak, dan bukan untuk kepentingan kelompok tertentu yang sengaja menyelam di tengah ribuan pengungsi yang sedang berada di tengah permasalahan hidup yang sedang melanda mereka.
Medan, 11 Januari 2014
sumber : kompasiana

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo, Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *