JALAN RUSAK PARAH RESAHKAN RIBUAN WARGA MUARA BATANGTORU

* Ada Kendaraan Terjebak Tiga Hari

P. SIDIMPUAN ( Berita ): Ribuan warga mengeluhkan kondisi jalan di wilayah Kec. Muara Batangtoru, Kab Tapanuli Selatan. Masyarakat resah dan meminta pemerintah segera memperbaiki jalan di wilayah ini. Ada pengguna jalan yang kendaraannya terjebak tiga hari tiga malam.

Salahseorang tokoh masyarakat Muara Batangtoru, Hamidi Pulungan menyebutkan, jalan tersebut saat ini dipenuhi lubang besar berlumpur, padahal pada 2012 lalu baru diaspal dengan anggaran Rp 500 juta, namun saat ini sudah kupak-kapik.

Tak ada segenggam aspal pun di permukaan jalan di Desa Muara Ampolu, Kec Muara Batangtoru.“Tak obahnya seperti kubangan kerbau dan sulit dilalui kendaraan roda dua, mobil angkutan umum, truk membawa barang,dan becak motor (betor),” ujarnya, Minggu (21/7).

Dia mengatakan, jalan raya yang kelihatan kupak-kapik itu sekira 10 km. Jalan lintas menuju Pasar Batangtoru dan Padangsidimpuan, kata dia, sudah hamper satu tahun dibiarkan begitu sajadan saat ini hanya tinggal permukaan batu di sepanjang jalan dan kubangan lumpur.
Warga Muara Batangtoru yang pergi ke Padangsidimpuan,sering terjebak dalam lumpur jalan dan bahkan ada yang terperosok hingga tiga hari bermalam terjerembab dalam lumpur jalan tersebut untung saja rombongan DPRD Tapsel yaitu Ketua Komisi II Syawal Pane, III Mahmud Lubisdan IV, H Darwis Sitompul SE membawa hasil bumi warga jenis pisang dan lainnya kemarin dengan berlumpur.

“Kita juga merasa malu melihat kondisi jalan utama diwilayah kecamatan ini seperti itu joroknya, dan pemerintah kurang peduli dengan kondisi sarana transportasi tersebut,” katanya. Padahal, jelas Hamidi, Muara Batangtoru dikenal sebagai daerah yang memiliki hasil bumi yang biasanya dipasarkan ke berbagai daerah.

“Jalan yang hancur tersebut diharapkan dapat diperbaiki dan diaspal secepatnya, dan kalau boleh sebelum memasuki Hari Raya Idhul Fitri,” katanya. Ketua Komisi III Bidang Pembangunan DPRD Taspel Mahmud Lubis mulai kemarin hingga Minggu (21/7) berturut meninjau langsung jalan ke wilayah Kec. Muara Batangtoru.

Katanya, hatinya menjerit melihat derita warga disana. “Kita prihatin melihat kondisi wilayah Kec. Muara Batangtoru. Hasil bumi warga sulit ke luar untuk dipasarkan ke Kota Padangsidimpuan. Hal itu diakibatkan ongkos hasil bumi yang membengkak akibat kondisi jalan ini. Jeritan rakyat ini akan kami sampaikan ke pemerintah,”tutur Mahmud Lubis, politisi dari PPP. (WSP/c13)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>