NAPI DITANGKAP DALAM KEADAAN BERPUASA

MEDAN ( Berita ) :  Tim Khusus (Timsus) Reskrim Polsek Medan Baru menangkap seorang narapidana yang lari pasca kerusuhan Lapas Klas I Tanjung Gusta di Jl. HMJoni/Pasar Medan, Rabu (17/7) malam.

Informasi yang diperoleh di lapangan, penangkapan itu dilakukan ketika tim yang sedang melakukan patrol di Jl. S. Parman mendapat informasi tentang seorang pria berjalan kaki diduga narapidana yang kabur pasca kerusuhan Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan.

Selanjutnya, petugas menindaklanjuti informasi itu dan menuju ke lokasi. Ketika melihat gerak-gerik pria itu mencurigakan, petugas segera mengamankannya ke komando. Kapolsek Medan Baru Kompol Nasrun Pasaribu, SIK,SH, mengatakan, pihaknya mengamankan seorang priadan ketika diinterogasi mengaku bernama Syamsul Bahri Sitorus narapidana yang kabur dari  Lapas Klas I Gusta.Nasrun didampingi Kanit Reskrim Iptu Handres, A.Md,IK, SH menyatakan, narapidana itu masih menjalani pemeriksaan dan akan diserahkan ke Polresta Medan.

Syamsul Bahri Sitorus mengatakan, dia kabur bersama para narapidana lain, diantaranya napi teroris. Syamsul warga Jl.Sei Kepayang, Desa Sei Lendir,Kec. Sei Kepayang, Asahan , terlibat kasus satu‘ ons sabu dan divonis 10 tahun 6 bulan. Hukumannya sudah dijalani 3 tahun 2 bulan.

Menurut Syamsul, kericuhan yang terjadi di Lapas Klas I Tanjung Gusta berawal padamnya listrik dan air yang tersendat. Peristiwa itu sudah berulangkali hingga kesabaran teman-teman habis, apalagi banyak napi Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa.‘

’Aksi para narapidana dilakukan secara spontan, sedangkan sipir Lapas yang melihat peristiwa itu langsung menghindari,’’ kata Syamsul. ‘’ Hal ini membuat amuk napi menjadi-jadi. Saat melihat pintu utama Lapas terbuka, ratusan napi kabur ke arah kebun ubi penduduk, tembusnya ke kebun sawit di Hamparanperak,’’ imbuh Syamsul.

“Saya menyusuri kebun berjalan kaki dan sempat jatuh pingsan. Setelah sadar, saya melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju Klambir V, Padang-bulan Pasar II dan terus menuju ke Jl. HM Joni Medan.’’ Sial, di sini saya tertangkap,’’ kata Syamsul yang mengaku dari Ramadhan pertama hingga Rabu (17/7), ia tidak pernah tinggal puasa.(WSP/m36)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>