SUPIR NGANTUK CALON MASUK SURGA?

Ahmad Imam Satriya : Pengalaman ini datang ketika kemarin berkesempatan ke Bandung. Menumpang sebuah mobil travel pergi subuh pulang siang hari. Memang tidak lama di Bandung, hanya 1 jam saja, langsung pulang lagi, kebetulan dapat mobil yang sama dengan supir yang sama.

Masih teringat tulisan di kaca mobil depan, kira-kira begini “berdoa sebelum berangkat dan berdzikirlah selama perjalanan”. Alhamdulillah ada yang mengingatkan. Setelah berdoa sayapun berdzikir mengingat Allah untuk keselamatan perjalanan.

Selama perjalanan berangkat, alhamdulillah lancar, cuma ketika sampai bandung, lewat pastur, macet banget, ada pasar kaget. Pedagang tuah muntah di jalanan plus parkiran motor yang melebar ke jalan. Menarik mata dengan berbagai barang dagangannya, cuma macetnya itu, hampir 2 jam!.

Setelah itu sampai tempat tujuan dan kemudian setelah urusan selesai pulang lagi, pas dapat travel yang sama, dengan supir yang sama, siap jalan jam 11. Akhirnya saya jalan, meluncur di jalan tol. Ketika baru memasuki tol, iseng saya liat supirnya lewat kaca spion dalam. Waduh sang supir memejamkan mata, gawat! Ngantuk nih supir. Ternyata para penumpangpun melihat hal yang sama. Sang supir sering memejamkan mata! cukup lama untuk hitungan detik, sepanjang jalan.

Akhirnya salah satu penumpang berteriak, “Pak, supirnya diajak ngobrol!” Dia menunjuk penumpang yang berada di sebelah supir. Akhirnya sang supirpun diajak ngobrol. Tetapi memang dasar sudah mengantuk, tetap saja, matanya terpejam beberapa kali. Snak biskuit pun dibuka, dimakan, lalu minum, lalu dia berhenti, mencuci muka.

Akan tetapi tetap saja. Gawat, akhirnya semua penumpang tidak ada yang tidur, semua memperhatikan sang supir, dan si bapak yang berada di sebelah supir terus mengajak ngobrol. Walaupun sudah mengingatkan agar istirahat dulu di rest area tetapi sang supir tetap tidak mau, katanya ngejar waktu jam 2. Waduh ngejar kemana pak? rumah sakit atau kuburan? pikirku.

Saat itu saya teringat sebuah cerita, temen si yang cerita. Ceritanya gini: di akhirat itu ada seorang alim yang suka berceramah agama protes kenapa dia ga msuk surga, sedangkan seorang sopir mabuk dan ngantuk yang notabene lalai dalam bekerja masuk surga. Kira-kira jawabannya begini: kalo sang penceramah, dengan ceramahnya dia hanya membuat orang-orang ngantuk, sedangkan sang supir yang lalai dalam bekerja, apakah karena ngantuk atau mabuk, dia membuat orang berdzikir dan mengingat Tuhannya, karena ingin menghindar dari kecelakaan.

Pikiran saya melayang, “apakah saya sedang diuji?, apakah saya sedang diingatkan?” dihadapkan pada seorang supir yang mengantuk. Yang harus mengejar setoran hingga malam hingga besok paginya mengantuk. Yang harus mengejar ketepatan waktu, berangkat dari pool.

Mungkin saya saat lalu sering lupa mengingat Allah, lupa berdzikir, lebih banyak bernyanyi, bersiul, berdendang. Saya sadari bahwa itu benar, bagi seorang roker seperti saya, lagu-lagu heavy metal, punk, grunge, progresif, sampai macam peterpanpun selalu didengar setiap saat. Mungkin saya lupa, mengingatNya!

Sayapun kemudian lebih banyak mengingat Allah saat itu, ketakutan saya lawan dengan berzikir, pas bener dengan permintaan tulisan di bis travel. Walaupun sebel banget sama tu sopir, tetapi tidak bisa dipungkiri ada hikmah di dalamnya, seperti mengingat Allah dimana saja, kapanpun. Detik-per detik selam aperjalanan saya penuhi dengan berzikir, memohon ampun dan keselamatan dariNya.

Ujian yang datang membawa kesal dan marah, sebal dan benci, menjadi ketenangan dan kepasrahan. Ketergantungan pada Allah dan ketidakberdayaan sebagai seorang hamba yang lemah terus menguat. Kesadaran akan kuasaNya semakin meningkat. Seraya memohon ampun sayapun memohon diberi kesempatan hidup yang lebih lama. Akhirnya sayapun sampai tujuan dengan selamat. Walaupun deg-deg kan setengah mati, tetapi tetap saya berterimakasih pada sopir yang ngantuk, anda telah menyelamatkan arti hidup saya.
sumber : kompasiana

This entry was posted in Berita, Ragam Cerita Operasional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *